Buruh Tolak RUU Cilaka, Ini Alasannya

  • Whatsapp
Nining Elitos
Ketua Umum KASBI, Nining Elitos tengah berorasi di depan gedung DPR RI. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews.com – Ratusan massa dari elemen buruh Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) menggelar aksi unjuk rasa si depan gedung DPR RI. Dalam aksinya, mereka menyatakan penolakannya terhadap rencana pemerintah dan legislatif untuk membahas Rancangan UU Cipta Lapangan Kerja (Cilaka).

Menurut Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Nining Elitos, bahwa regulasi yang diprotes itu bisa berdampak pada banjirnya investasi di dalam negeri, namun cenderung abai terhadap kesjahteraan kaum pekerja.

Bacaan Lainnya

“Indonesia ingin dijadikan rumah yang semakin ramah bagi investor demi investasi. Namun RUU Cilaka ternyata juga bermaksud mamperluas sistem tenaga kerja fleksibel yang sudah pasti merugikan kesejahteraan buruh dan mempreteli hak demokratisnya,” kata Nining Elitos dalam aksinya di depan DPR RI, Senin (13/1/2020).

Kemudian, ia juga menilai bahwa RUU Cilaka akan permudah PHK massal. Bahkan para karyawan yang sudah puluhan tahun mengabdi, menurut Nining juga tidak lepas dari ancamannya.

“Turunnya jumlah pesangon secara drastis atau bahkan dihapus jelas akan membuat pengusaha tidak perlu berpikir untuk memecatmu, kamu akan bekerja tanpa posisi tawar tanpa harga diri,” tegasnya.

“PHK akan membayangi buruh yang barserikat atau yang berani protes atas ketidakadilan,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Nining pun meminta agar RUU Cipta Lapangan Kerja tidak dibahas apalagi sampai disahkan.

“Kami menolak RUU Cipta Lapangan Kerja yang di dalamnya mengandung pasal-pasal yang ditujukan bagi perampasan hak atas kerja, upah layak, hak demokratis serikat buruh dan hak-hak dasar buruh lainnya,” tuntutnya.

Dan ia juga mengharapkan agar Presiden Joko Widodo menghentikan seluruh upaya apapun yang bertujuan untuk melemahkan buruh hanya demi memburu investor semata.

“Mendesak Joko Widodo untuk menghentikan semua upaya mengorbankan rakyat demi mengejar pertumbuhan ekonomi dan investasi,” pungkas Nining.

Aksi dari Gebrak ini diikuti oleh beberapa elemen, antara lain KASBI, Komite Politik Buruh Indonesia (KPBI), Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN), Konfederasi Serikat Nasional (KSN),
Federasi Serikat Pekerja (FSPEK) Karawang dan Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH Jakarta). [NOE]

Pos terkait