Dugaan Kasus Korupsi PT Asabri Bikin Deg-degan Purnawirawan Polri

  • Whatsapp
IMG 20200117 231210

Inisiatifnews – Dugaan kasus korupsi di tubuh PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata (Asabri) membuat khawatir para purnawirawan Polri. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Ikatan Sarjana dan Profesi Perpolisian Indonesia (ISPPI) Sisno Adiwinoto.

Sisno mendesak manajemen PT Asabri transparan dalam pengelolaan dana. Selain itu, ia juga berharap perusahaan asuransi plat merah ini menyakinkan pembayar premi bahwa dana meraka aman.

Bacaan Lainnya

“Kami menangkap keprihatinan dan kasus yang berkembang, mengingat para purnawirawan Polri sebagai bagian dari Anggota ISPPI adalah pemilik Asabri yang berhak mengetahui pengelolaan dana yang berasal dari potongan gaji selama berdinas lebih dari 35 tahun sebagai Anggota Polri,” ungkap Sisno kepada wartawan di Jakarta, Jumat (17/01/2020).

Mantan Kadiv Humas Polri ini prihatin jika ternyata pengelolaan uang di asuransi di bawah BUMN ini tak dilakukan secara profesional, akuntabel dan transparan. Apalagi jika sampai terbukti ada tragedi yang tidak diharapkan berupa “perampokan” dana nasabah yang jumlahnya sangat fantastis tersebut.

Semestinya, lanjut Sisno, dana dari anggota Polri dan TNI tersebut dikelola agar semakin besar sehingga bisa memberi manfaat bagi para pemiliknya.

“Sayangnya kami tidak tahu dana tersebut untuk apa, dikelolanya bagaimana. Ironis jika diduga disalahgunakan untuk kesejahteraan oknum-oknum tertentu. Ini sungguh sangat menyakitkan hati kami, di tengah pergulatan untuk bertahan hidup dengan uang pensiun yang sangat kecil, kami dikejutkan dengan dugaan tragedi perampokan uang milik kami,” terangnya.

Sisno melihat, saat ini momen yang tepat untuk membenahi PT Asabri. Usut tuntas dan tindak tegas para pelaku dan pihak terkait dugaan kasus ini.

“Salain itu, yang paling diharapkan adalah pengembalian dana, dengan cara menyita semua asset perusahaan tersebut dan menelusuri aliran uang yang berkaitan dengan dana ASABRI. Prioritas berikutnya adalah kasus ini menjadi momentum untuk penataan kembali Asabri, dengan adanya pemisahan TNI dan Polri sesuai UU yang berlaku,” ujarnya.

Selanjutnya, pengelolaan badan usaha harus dilakukan secara profesional dan ditangani oleh para ahli yang memiliki integritas, komitmen kuat, pengelolaan dana secara transparan dan akuntabel.

“Kami selaku pemilik dana bisa dengan mudah mengetahui penggunaannya. Di era digital dan bisnis global, bila perusahaan plat merah sudah berhasil dibenahi dan mendatangkan keuntungan maka tidak ada salahnya dana kami dipertimbangkan untuk mendukung perusahaan plat merah tersebut daripada perusahaan swasta yang tidak jelas kredibilitasnya,” tandas Sisno.

Dia yakin, KPK, Kejaksaan Agung, dan Polri memperhatikan suara purnawirawan dan akan serius menuntaskan kasus ini.

“Sekali lagi harapan kami yang utama adalah kembalikan dana kami yang diduga telah dirampok dan tindak tegas pelakunya sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sisno mengungkapkan, sejauh ini berdasarkan laporan yang masuk ke pihaknya, pelayanan PT Asabri tidak cukup baik. Malah sangat merepotkan. Misalnya dengan adanya kewajiban membuat surat pernyataan bahwa masih hidup setiap bulan atau paling tidak setiap enam bulan. Jika terlambat, uang pensiun akan diblokir dan untuk membuka kembali blokir tersebut cukup memakan waktu lama.

“Kami para purnawirawan menyampaikan ucapkan selamat bekerja dengan penuh semangat dan tidak perlu takut kepada pimpinan penegak hukum seperti Kapolri, Jaksa Agung dan KPK untuk ungkap serta bongkar tuntas dugaan kasus ini,” pungkasnya. (FMM)

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Pos terkait