Mahfud MD
Diskusi Panel dengan tema "Harapan Baru Dunia Islam : Meneguhkan Hubungan Indonesia-Malaysia" di lt 8 gedung PBNU, Jakarta Pusat. [Foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews.com – Menko Polhukam, Mahfud MD mengatakan bahwa Indonesia sedang mengalami tantangan yang cukup serius, yakni tantangan ideologi dan teritori dalam kaitan menjaga integrasi dan keutuhan bangsa dan negara.

“Karena upaya kita sekarang dalam rangka melindungi integrasi dan keutuhan sedang mengalami tantangan, yakni keutuhan ideologi dan teritori,” kata Mahfud MD dalam diskusi panel bersama PBNU dan Wahid Foundation di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu (25/1/2020).

Persoalan teritori disampaikan Mahfud adalah bagaimana bangsa Indonesia sering diganggu wilayah perairannya dan bangsanya. Salah satu yang paling update adalah gangguan kelompok separatis Abu Sayyaf.

“Saya juga akan bahas soal Abu Sayyaf karena kita diganggu terus oleh Abu Sayyaf, orang Indonesia diculik mulu di perairan Malaysia. Mereka nggak berani culik orang Indonesia di perairan Indonesia,” ujarnya.

Bahkan dalam kasus penculikan WNI itu, Mahfud menyebut ada 44 orang yang sudah ditangkap oleh kelompok separatis itu. Dan dari total WNI yang diculik itu, hanya 1 orang yang dinyatakan meninggal dunia.

“Sudah 44 orang diculik, 1 meninggal karena lari jatuh ke air sehingga tidak tertolong,” terangnya.

Sementara untuk tantangan menjaga integrasi bangsa di sektor ideologi, Mahfud menyebutkan bahwa persoalan Khilafah juga perhatian pemerintah.

“Keutuhan ideologi sedang ditantang khilafah yang sebetulnya tidak ada dalil yang mewajibkan (penegakan sistem) itu,” tutur Mahfud.

Menurut mantan Menteri Pertahanan RI itu, sistem khilafah yang digaungkan sekelompok orang itu tidak memiliki rujukan baku. Hal ini lantaran menurut Mahfud, Islam tidak mengajarkan sistem pemerintahan yang baku.

“Nggak ada satu sistem khilafah yg sama mulai dari Abu Bakar, Umar, Utsman dan sebagainya. Kan kata mereka sistem khilafah itu seperti era Khulafaurrasyidin, sementara Khulafaurrasyidin itu ada 4 dan sistemnya beda-beda,” papar Mahfud.

“Kenapa beda-beda, karena Islam tidak ajarkan sistem pemerintahan tertentu,” imbuhnya.

Kepada para pengusung paham Khilafah itu, Mahfud menyebut bahwa mereka adalah kelompok yang baru bangun tidur.

“Yang sekarang mempersoalkan (ideologi) itu kan yang baru bangun tidur aja,” pungkasnya.

Sementara kata Mahfud, Indonesia sudah memilih sistem pemerintahannya sendiri.

“Kita ini bangun negara kesepakatan, negara majemuk,” tegasnya. [NOE]

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia