Sempat Ditolak Warga Natuna, Mahfud MD: Ada Keterlambatan Informasi Soal Corona

  • Whatsapp
mahfud md
Menko Polhukam Mahfud MD. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews.com – Adanya keterlambatan informasi dengan Pemerintah Daerah Natuna membuat warga salah paham dan menolak keputusan mengkarantina 237 WNI dan 1 warga negara asing usai dievakuasi dari Wuhan, China.

Hal tersebut diakui oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD.

Bacaan Lainnya

Namun, kini warga sudah paham. Karantina dilakukan untuk menghindari penularan virus corona yang sedang mewabah di Wuhan dan daerah lain di China.

“Timbul kesalahpahaman karena komunikasi dengan pemerintah daerah dan rakyat Natuna agak terlambat,” ungkap Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (04/02/2020).

Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menambahkan, perkembangan informasi rencana pemulangan ratusan WNI dari China, khususnya Wuhan, berlangsung cepat.

Apalagi setelah Pemerintah China memberikan lampu hijau kepada Pemerintah Indonesia mengevakuasi WNI. Pemerintah langsung menempuh tindakan cepat memulangkan WNI dari Wuhan dan memutuskan Natuna sebagai lokasi isolasi selama 14 hari ke depan.

“Mengapa Natuna? Karena tempat paling mudah, aman, dan dekat dengan instalasi militer,” kata dia.

Mahfud MD menjamin isolasi 238 orang di Natuna aman dan tidak membahayakan warga Natuna dari ancaman virus Corona.

“Pemerintah menjamin penyelesaian pemulangan warga negara di Indonesia di Natuna akurat dan tidak membahayakan masyarakat Natuna,” tegas Mahfud.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informartika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, evakuasi 237 WNI dan 1 WNA dari Wuhan, China berlangsung cepat. Inilah yang membuat muncul kendala dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar.

“Memang langkah memindahkan WNI dari Wuhan ke Indonesia itu, prosesnya berlangsung dengan cepat,” ujar Johnny dalam konferensi pers di Kemenkominfo, Senin (03/02).

Persiapan pemulangan begitu mendadak dan membutuhkan langkah diplomasi dengan Pemerintah China. Belu.sempat disosialisasikan, pesawat sudah datang. Pemerintah daerah tidak mendapatkan informasi perihal evakuasi di Natuna ini dengan cepat pula.

“Per hari ini saya kira pemerintah daerah baik ke pemda maupun DPR-nya sudah mengetahui dan paha. Masyarakat juga tidak lagi menolak keberadaan 238 orang yang dikarantina di sana,” tandas Johnny Plate. (FMM)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait