NasDem : Kalau Kepala BPIP Geger, Kalau Rocky Gerung Kok Enggak?

  • Whatsapp
Irma Suryani
Ketua DPP NasDem, Irma Suryani Chaniago. [foto : Inisiatifnews.com]

Inisiatifnews.com – Ketua DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem) Irma Suryani Chaniago heran mengapa publik meributkan narasi yang tidak lengkap dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Yudian Wahyudi soal agama dan Pancasila.

“Soal Kepala BPIP itu, yang dipakai hanya sampai pada agama musuh Pancasila, padahal maksudnya adalah orang-orang yang menyalahgunakan agama untuk merusak dan mencari kekuasaan demi kepentingannya sendiri dengan melawan pancasila. Dari situ aja langsung pada ribut,” ungkap Irma Suryani di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (18/2/2020).

Bacaan Lainnya

Namun terhadap narasi Rocky Gerung yang menyebutkan bahwa kitab suci adalah karya fiksi, reaksinya tidak seramai pernyataan Kepala BPIP.

“Sementara Rocky Gerung yang sebut kitab suci adalah fiksi kok nggak ada yang ributin, artinya Al-Quran karya fiksi dong,” heran Irma.

Perlu diketahui, Kepala BPIP Prof. Yudian Wahyudi dalam sebuah wawancara eksklusif dengan media, dia menyebutkan bahwa musuh Pancasila adalah agama.

“Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan,” kata Yudian, Rabu (12/2).

Namun setelah kalimat itu, ada penjelasan yang lebih kompleks tentang Pancasila menurut Yudian. Penjelasan ini juga sebagai penguatan bahwa Yudian tidak mempertentangkan Pancasila dengan agama, karena konsep dibuatnya Pancasila adalah melihat dari sisi religiusitas.

“Pancasila itu religius dan sekuler sekaligus. Dari segala sumber dan tujuan pancasila itu religus. Kelima sila itu dapat ditemukan dengan mudah di dalan kitab suci keenam agama yang diakui oleh Republik Indonesia secara konstitusional,” terang Yudian.

Namun untuk menjalankan religiusitas di dalam Pancasila, Yudian mengatakan bahwa perlu adanya sekularitas.

“Tapi untuk mewujudkannya itu kita butuh sekularitas bukan sekularisme,” imbuhnya.

Lebih lanjut, rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta ini menunjukkan salah satu contoh bagaimana religiusitas dan sekularitas di dalam Pancasila.

“Persatuan Indonesia dari sumber dan tujuan jelas, religius, itu perintah semua agama ada di semua kibat suci yang kita akui di sini. Sekarang bagaimana mewujudkan persatuan Indonesia, wah itu urusan kalian kata Tuhan,” pungkasnya.

Pos terkait