PA 212 Ajak Umat Islam Indonesia Aksi di Kedubes India

  • Whatsapp
Slamet Maarif
Ketua Umum DPP Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews.com – Ketua Umum DPP Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Slamet Maarif menyatakan bahwa pihaknya sangat mengutuk keras aksi kekerasan dan persekusi oknum masyarakat India kepada umat Islam di sana.

Menurutnya, aksi kekerasan dan persekusi yang saat ini tengah terjadi di sana merupakan bagian dari tindakan radikal yang harus disikapi.

Bacaan Lainnya

“Mengutuk keras dan mengecam berbagai tindakan kekerasan dan presekusi yang dilakukan oleh kelompok Hindu Radikalis Ekstrimis dan penguasa India terhadap Umat Islam India,” kata Slamet dalam siaran persnya bersama FPI dan GNPF Ulama, Jumat (28/2/2020).

Ia juga meminta agar pemerintah India mencabut status warga negara kelompok yang disebutnya radikal itu dari tanah Hindustan.

“Mendesak Pemerintah India untuk mencabut UU Kewarganegaraan yang telah digunakan oleh kelompok Hindu radikalis ekstrimis India sebagai instrumen untuk melakukan berbagai tindakan presekusi terhadap umat Islam India,” ujarnya.

Slamet yang juga eks jubir FPI tersebut meminta juga kepada pemerintah India untuk menghentikan upaya-upaya kekerasan dan persekusi terhadap umat Islam di negaranya.

“Mendesak Pemerintah India untuk segera menghentikan berbagai tindakan persekusi terhadap Umat Islam India,” tegasnya.

“Mendesak Pemerintah India untuk segera menangkap para pelaku persekusi termasuk di dalamnya pimpinan kelompok radikalis ckstrimis yang mensponsori berbagai tindak kekerasan,” imbuh Slamet.

Sementara itu, Slamet juga berharap agar pemerintah Indonesia menunjukkan sikap tegas dan kritis terhadap peristiwa kekerasan yang terjadi di India itu, yakni dalam konteks pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

“Mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah politik terhadap pelanggaran HAM berat yang dilakukan oleh kelompok Hindu Radikalis Ekstrimis dan Intoleran di India,” pungkasnya.

Terakhir, Slamet bersama GNPF Ulama dan DPP FPI juga menyerukan kepada masyarakat Indonesia agar bersikap dengan melakukan aksi unjuk rasa di Kedutaaan Besar India yang ada di Jakarta untuk menyuarakan sikap protesnya itu.

“Menyerukan Umat Islam Indonesia untuk melakukan aksi protes ke Kedutan Besar India di Jakarta pada hari Jumat, tangal 6 Maret 2020,” tutupnya. [NOE]

Pos terkait