Geruduk Bupati, Desak Sahkan Perda Hukum Masyarakat Adat Wehea

  • Whatsapp
IMG 20200308 WA0006

Inisiatifnews – Sekitar 50-an masyarakat adat suku Dayak Wehea yang terdiri dari Kepala Adat, Kepala Desa, BPD, Tokoh pemuda dan tokoh masyarakat dari enam desa Wehea di Kecamatan Muara Wahau Kutai Timur didampingi Koalisi Kawali Indonesia Lestari dan TNC bersilaturrahmi ke rumah jabatan Bupati Ismunandar (Rujab) di bukit Pelangi Sangatta, Kalimantan Timur, Sabtu, (07/03/2020)

Kedatangan mereka meminta bupati untuk merealiasikan Perda Pengakuan Masyarakat Hukum Adat Wehea yang sudah lama diperjuangkan.

“Tujuan kami kesini mendorong bupati dan DPRD untuk mempercepat pembahasan Peraturan daerah (Perda) Tentang Pengakuan Masyarakat Hukum Adat Wehea,” kata Kepala Adat Desa Nehes Liah Bing, Ladjie Taq didampingi tokoh lembaga adat Wehea Siang Geah yang juga anggota DPRD Kutim Fraksi PDI Perjuangan.

Semenyara menurut Ladjie Be Leang Song, Sekjen Dewan Adat Wehea, kedatangan mereka bertemu bupati mendorong DPRD segera mempercepat pembahasan Perda Pengakuan Masyarakat Hukum Adat Wehea oleh DPRD Kutim.

“Karena jika Perda ini sudah selesai dan disahkan menjadi produk hukum, maka masyarakat adat segera membuat surat ke Bupati supaya membuat surat pengakuan kepada kami sebagai suku Dayak Wehea,” terangnya.

Mendengar pernyataan Sekjen Dewan Adat Wehea Ledjie Be, Bupati Ismunandar balik bertanya, apakah memang belum ada SK Bupati terkait Pengakuan Masyarakat Hukum Adat Wehea? Para tokoh adat dan kades serentak menjawab belum.

“Jadi sambil berjalan karena sudah ada kepastian hukum, saya upayakan terbitkan SK bupati dulu. Karena SK bupati akan saya konsultasikan dulu dengan bagian Hukum Setkab. Saya upayakan SK Bupati tanggal 15 April akan keluar. Ini sambil menunggu Perda Selesai, karena Perda kan panjang pembahasaannya. Tapi SK ini kaitannya dengan pengakuan Masyarakat Adat,” janji Bupati Ismunandar disambut tepuk tangan hadirin.

Hadir dalam pertemuan dengan bupati tokoh tokoh Wehea antara lain, Kepala Adat Desa Nehes Liah Bing, Ladjie Taq bersama Kades Kristian Hasmadi dan BPD Aloysius Kelea Dea. Kades Bea Nehas Stefani Long bersama Kepala Adat Be Noq dan BPD L.Jie Bong.

Kemudian Kepala Desa Diaq Lay, Yunta Herlambang bersama kepala adat Hat Dea Heling dan BPD Jumri B, Kepala Desa Dea Beq yakni Yohanis Luy bersama kepala adatnya Cornelius Cel Wat dan BPD Adirus. Serta Kepala Desa Long Wehea yakni Kardiman bersama kepala adatnya Luy Gat serta BPD Agustinus. (FMM)