Imam Besar Masjid Istiqlal Liburkan Sholat Jumat 2 Pekan

  • Whatsapp
nasaruddin umar
Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar. [foto : dokumen Kementerian Agama RI]

Inisiatifnews.com – Imam besar Masjid Istiqlal, KH Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa pihaknya akan meliburkan sholat Jumat untuk dua pekan ke depan.

“Kami menetapkan bahwa untuk hari ini dan dua Jumat yang akan datang, Masjid Istiqlal itu kita tidak menggunakannya untuk sholat Jumat,” kata Nasaruddin Umar dalam konferensi persnya di Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Bacaan Lainnya

Kebijakan ini berdasarkan hasil analisis mendalam terkait dengan pandemi virus corona (Covid-19) yang saat ini tengah mewabah di Indonesia.

Selain itu, kebijakan itu juga didasari atas instruksi dari Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan fan pertimbangan beberapa imam besar di negara-negara Islam lainnya di dunia, termasuk pertimbangan Fatwa MUI Nomor 14 tahun 2020 dan imbauan dari Presiden Joko Widodo.

Ditambah lagi, KH Nasaruddin Umar juga mengatakan bahwa pihaknya sudah mempelajari perkembangan di luar negeri antara lain di Iran, Korea Selatan dan terutama di Italia yang kabarnya sepanjang 2 atau 3 hari terakhir ini sangat memprihatinkan.

Oleh karena itu dalam rangka supaya mencegah agar jangan sampai hal itu terjadi di tanah air, maka pihaknya sebagai imam besar Masjid Istiqlal mengimbau kepada seluruh umat Islam terutama yang berada di wilayah-wilayah yang sangat banyak permasalahan virus yang sudah berkembang agar mengikuti protokol kesehatan yang ada.

“Ini sudah cukup alasan sesuai dengan dasar fatwa MUI untuk tidak melakukan pertemuan dalam berjamaah terutama di dalamnya sholat Jumat, termasuk juga sholat berjamaah ; subuh, dzuhur, ashar, maghrib dan isya,” tuturnya.

Bagi wilayah yang belum ditetapkan sebagai status siaga Covid-19, agar tetap diperhatikan protokol kesehatan dunia, salah satunya adalah tetap menjaga kebersihan dan menggunakan jarak yang cukup demi menghindarkan diri dari penyebaran virus tersebut.

“Kalaupun misalnya mau melakukan sholat jamaah mungkin di daerahnya mungkin masih aman, maka kita perlu memperhatikan imbauan-imbauan internasional, jarak antara satu orang dengan orang lain itu sekitar 2 meter,” ujarnya.

“Kami di Istiqlal melakukan hal seperti itu, ini tidak lain upaya untuk menghindari virus covid itu,” imbuhnya.

Terakhir bagi Nasaruddin Umar, apa yang diupayakan pemerintah dan otoritas terkait termasuk oleh dirinya selaku imam besar Masjid Istiqlal, semata-mata dalam rangka kemaslahatan bersama dan menghindarkan kemudharatan.

“Kita dianjurkan untu mencegah sesuatu yang sifatnya mudharat,” tutupnya. [NOE]

Pos terkait