FSPMI Minta Pengusaha Tidak Pangkas THR Buruh

  • Whatsapp
IMG 20171020 WA0052 1024x580 1
Sekjen FSPMI, Riden Hatam Aziz.

Inisiatifnews.com – Kalangan buruh menolak wacana yang dikembangan pengusaha terkait pembayaran THR hanya setengah karena perekonomian sedang sulit akibat pandemi corona.

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Riden Hatam Aziz mengatakan, bahwa THR merupakan hak buruh setiap hari raya, sehingga wajib diberikan secara penuh selambat-lambatnya H-7 lebaran.

Bacaan Lainnya

Hingga saat ini, kata Riden, banyak pabrik masih berjalan normal.

“Masih banyak yang produksi seperti biasa. Buruh masih tetap bekerja. Kok tiba-tiba bilang hanya sanggup bayar THR setengah,” kata Riden, Jumat (27/3/2020).

Ia juga menyebut bahwa usulan KSPI agar meliburkan para buruh untuk menangkal penyebaran virus corona pun tak direspon oleh pengusaha, sementara itu wacana pengusaha malah mewacanakan hanya bisa memberikan THR sebesar 50%. Bagi Riden, jelas ini telah mengusik rasa keadilan.

“Kami minta diliburkan saja belum direspon, ini malah menambah lagi masalah. Jangan mengorbankan buruh di masa sulit ini. Kami (buruh) bukan tumbal krisis,” lanjutnya.

Berbagai kemudahan akan diberikan pemerintah kepada Pengusaha agar tetap bisa bertahan dari situasi sulit ini. Seperti yang disampaikan Menteri Keuangan baru-baru ini, kepada pengusaha akan diberi insentif pajak, kemudahan impor, pelonggaran jadwal setoran pajak korporasi atau percepatan pengembalian restitusi.

Oleh karena itu, pria yang juga duduk di Majelis Nasional Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) ini menyatakan dengan tegas menolak jika pengusaha masih saja memangkas THR buruh.

“Lagipula THR adalah kewajiban pengusaha setiap tahun. Dengan demikian, seharusnya sudah sejak lama disiapkan anggarannya,” tegasnya. [RED]

Pos terkait