Masker Langka, Pemerintah Harus Operasi Pasar

  • Whatsapp
Masker habis
Stok masker habis di apotik Sukoharjo. [source image : Sukoharjonews.com]

Inisiatifnews.com – Pengamat intelijen dan keamanan, Stanislaus Riyanta menilai bahwa ada persoalan tersendiri di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya adalah kelangkaan masker sebagai item alat pelindung diri (APD).

Oleh karena itu, ia menyarankan agar pemerintah tidak tinggal diam.

Bacaan Lainnya

“Pemerintah harus intervensi terkait kelangkaan alat kesehatan terutama masker,” kata Stanislaus, Senin (30/3/2020).

Ia juga mengatakan bahwa banyak sekali reseller alias penjual ulang masker di pasaran termasuk di online shop atau e-commerce yang mengambil kesempatan besar untuk kepentingan diri sendiri.

“Banyak pedagang dadakan yang memanfaatkan situasi mengambil untung di tengah darurat pandemi Covid-19,” jelasnya.

Padahal tindakan penimbunan dan penjualan APD di atas rata-rata juga merugikan rakyat.

“Bagaimanapun mengambil keuntungan di tengah bencana dan penderitaan orang banyak itu sangat tidak terpuji, apalagi yang mendadak jualan masker,” imbuhnya.

Oleh karena itu, ia pun meminta agar pemerintah melakukan operasi pasar dan membagikannya kepada orang-orang yang membutuhkan, khususnya para tim medis.

“Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan operasi pasar oleh pemerintah, jual masker dengan harga standar kalau perlu bagi-bagi gratis ke tenaga kesehatan dan masyarakat,” tuturnya.

Jika itu dilakukan, ia menyebut mata rantai perdagangan masker dengan harga jauh di atas rata-rata akan tersingkir dengan sendirinya.

“Dengan cara ini para penjual dadakan tersebut akan kehilangan kesempatan,” pungkasnya.

Selain itu, Stanislaus juga berharap agar kepolisian sebagai aparat penegak hukum juga menindak dengan tegas pihak-pihak yang ingin memperkaya diri sendiri dengan menimbun dan menjual masker dengan harga jauh di atas rata-rata.

“Polri sebaiknya bertindak tegas, para penimbun masker harus ditangkap, proses hukum, sita maskernya dan bagikan ke yang membutuhkan,” tutupnya. [NOE]

Pos terkait