Covid-19 Meluas Karena Pemerintah dan Agawaman Lambat Menyikapi Science

  • Whatsapp
Screenshot 122319 095234 AM
Direktur Center for Media and Democracy Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Wijayanto, PhD.

Inisiatifnews.com – Direktur Center for Media and Democracy Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Wijayanto menilai bahwa saat ini Indonesia tengah memiliki musuh besar, yakni Coronavirus (Covid-19).

“Dalam pertempuran melawan pandemi ini musuh kita adalah Covid-19 dan waktu,” kata Wijayanto, Rabu (1/4/2020).

Bacaan Lainnya

Apalagi pandemi ini terbilang sangat cepat penyebarannya. Sementara upaya penanggulangan virus dengan ilmu pengetahuannya ternyata kalah cepat dipahami dan disikapi oleh pihak terkiat, termasuk oleh pemerintah pusat.

“Kecepatan persebaran virus begerak dengan eksponensial, namun kecepatan cahaya ilmu pengetahuan untuk sampai dalam benak para politisi dan sebagian agamawan bergerak dengan sangat perlahan,” ujarnya.

Apalagi saat wabah ini sedang mendekati Indonesia, pemerintah cenderung melunak dan meyakini virus tidak akan masuk, namun saat ini respon pemerintah juga terkesan lambat.

“Pemerintah sempat menolak kenyataan dan ketika akhirnya merespon, respon itu berjalan lambat dan tidak konsisten,” jelasnya.

Di sisi lain yang tak kalah memprihatinkan adalah ketika agamawan tidak peka dan responsif terhadap temuan ilmuan terkait wabah Covid-19. Hal ini masih terlihat dengan adanya kegiatan keagamaan secara berjamaah terselenggara. Padahal protokol kesehatan menginstruksikan agar masyarakat dunia sekalipun memberlakukan social distancing dan phyisical distancing dalam rangka memutus jaringan penyebarannya.

“Pada saat yang sama, agamawan yang tidak peduli pada temuan science, sehingga ritual keagamaan yang melibatkan kerumunan masa masih berlangsung pada saat di mana seharunya isolasi dilakukan,” tambahnya.

Pos terkait