BEM SI Minta Pemerintah Utamakan Keselamatan dan Kesehatan Rakyat

  • Whatsapp
BEM SI
BEM SI saat melakukan konferensi pers menyikapi omnibus law di Plaza UNJ. [foto : Inisiatifnews]
PHP Dev Cloud Hosting

Inisiatifnews.com – Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Remy Hastian menyatakan bahwa keselamatan dan kesehatan sudah seharusnya menjadi prioritas pemerintah dalam konteks wabah Covid-19 saat ini. Ia tak rela jika kebijakan pemerintah yang dikeluarkan di tengah pandemik itu justru meletakkan keselamatan dan kesehatan masyarakat di nomor bawah.

“Tidak membuat kebijakan yang meletakkan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan rakyat di bawah hal apapun termasuk pariwisata dan atau kebijakan lainnya yang memberikan kesempatan dalam mencari keuntungan ekonomi semata sehingga akan menambah potensi jumlah korban lebih banyak,” kata Remy dalam keterangannya, Kamis (2/4/2020).

Bacaan Lainnya

Ia juga meminta kepada Presiden Joko Widodo agar memaksimalkan upaya pencegahan dan penanggulangan wabah Coronavirus itu. Termasuk mempertegas pencegahan kerumunan masyarakat yang justru malah memperlancar mata rantai penyebaran virus dari Wuhan itu.

“Melakukan upaya secara maksimal baik dalam usaha preventif maupun pengendalian infeksi, manajemen keramaian publik dan aktivitas lainnya yang akan mengakibatkan angka penyebaran virus yang lebih luas di wilayah Indonesia,” ujarnya.

Walaupun priorotas kesehatan dan keselamatan harus ditinggikan, tapi stabilitas ekonomi dan ketersediaan bahan pokok dan alat pelindung diri (APD) bagi tim medis juga tidak boleh diabaikan.

“Mendesak pemerintah untuk segera menstabilkan keadaan ekonomi, kelangkaan bahan pokok, dan termasuk pemenuhan alat pelindung diri serta kebutuhan medis juga rakyat dengan harga yang terjangkau oleh semua kalangan termasuk menjaga stabilitas pasar dengan menindak tegas oknum yang melakukan penimbunan barang atau bahan
dan mark up dengan harga yang melambung tinggi,” tuntutnya.

Tidak hanya itu saja, Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu juga meminta kepada pemerintah agar memperhatikan intensif bagi tenaga medis yang berjuang menangani para pasien Covid-19.

“Memperhatikan dengan khusus pelayanan dan kesejahteraan tenaga medis sebagai garda terdepan untuk penekanan angka penanganan kasus virus Covid-19 termasuk memastikan Rapid Test Covid-19 diprioritaskan untuk kelompok rentan dengan gejala, Orang Dalam Pemantauan (ODP), serta tenaga kesehatan yang bertugas langsung terhadap kasus covid-19 di Indonesia,” tegasnya.

Di sisi lain, Remy pun meminta juga kepada para anggota dewan agar menanggalkan pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja, apalagi saat ini pandemik Covid-19 masih menjadi ancaman dan menyita perhatian seluruh stakeholder bangsa Indonesia.

“Menuntut DPR RI segera menggagalkan Omnibus Law RUU Cipta Kerja dan tidak memanfaatkan situasi serta kondisi saat ini untuk kepentingan elit dan lainnya yang akan menciderai demokrasi dan kesejahteraan rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Remy juga menuntut kepada DPR dan Pemerintah agar selalu bersinergis untuk memprioritaskan kesejahteraan rakyat serta membuka ruang aspirasi dan demokrasi seluas-luasnya kepada masyarakat secara luas dalam mengambil kebijakan yang akan ditetapkan.

Terakhir, Remy Hastian juga mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu melawan Coronavirus.

“Menghimbau kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu melawan covid-19 dengan tetap bersikap tenang serta selalu melakukan prinsip hidup bersih dan sehat,” serunya.

“Juga tidak mudah percaya pada berita yang tersebar tanpa adanya pembenaran dan klarifikasi langsung dari pihak yang bersangkutan,” tutup Remy. [NOE]

Pos terkait