Yasonna Larang WNA Masuk Indonesia, Kecuali TKA

  • Whatsapp
Yasonna Laoly
Yasonna Hamonangan Laoly.

Inisiatifnews.com – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM), Yasonna H Laoly mengeluarkan peraturan menteri untuk menyikapi wabah virus Corona (Covid-19) yang saat ini tengah melanda di Indonesia.

Seperti yang termaktub di Pasal 2 Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara Republik Indonesia, Yasonna melayang Warga Negara Asing (WNA) untuk masuk maupun transit ke Indonesia sementara waktu.

Bacaan Lainnya

“Larangan ini berlaku untuk seluruh orang asing dengan enam pengecualian,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham Jhoni Ginting dikutip Antara, Jakarta, Selasa (31/3/2020).

Enam pengecualian ini berada diatur di dalam pasal 3. Berikut adalah kriteria WNA yang masih diberikan ijin masuk oleh pemerintah melalui Permenkumham tersebut, salah satunya adalah TKA yang bekerja untuk proyek-proyek strategis nasional di Indonesia.

Berikut adalah isi dari Pasal 3 Permenkumham Nomor 11 Tahun 2020 :
(1) Pelarangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dikecualikan terhadap:
a. Orang Asing pemegang Izin Tinggal Terbatas dan Izin Tinggal Tetap;
b. Orang Asing pemegang Visa Diplomatik dan Visa
Dinas;
c. Orang Asing pemegang Izin Tinggal Diplomatik dan Izin Tinggal Dinas;
d. Tenaga bantuan dan dukungan medis, pangan dan
alasan kemanusiaan;
e. Awak alat angkut; dan
f. Orang Asing yang akan bekerja pada proyek
strategis nasional.

Pun demikian, ada kriteria pembatasan yang juga diperketat. Yakni WNA yang dikecualikan itu harus memiliki syarat khusus sehingga dapat dibukakan akses masuk ke Indonesia. Hal ini termaktub di dalan Ayat 2 Pasal 3 Permenkumham 11/2020.

(2) Orang Asing sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat masuk Wilayah Indonesia setelah memenuhi persyaratan:
a. surat keterangan sehat dalam bahasa inggris dari otoritas kesehatan di masing-masing negara;
b. telah berada 14 (empat belas) hari di wilayah/negara yang bebas virus Covid-19;
c. pernyataan bersedia masuk karantina selama 14
(empat belas) hari yang dilaksanakan oleh pemerintah Republik Indonesia.

Pos terkait