Muhammad Syarifuddin, Alumni UII Jogja Terpilih Jadi Ketua MA

  • Whatsapp
Muhammad Syarifuddin
Ketua MA, Muhammad Syarifuddin saat membacakan pidatonya usai terpilih melalui live streaming Youtube Mahkamah Agung.
PHP Dev Cloud Hosting

Inisiatifnews.com Salah satu yang cukup merasa bangga atas terpilihnya Muhammad Syarifuddin sebagai Ketua Mahkamah Agung (MA) adalah Prof Mohammad Mahfud MD. Betapa tidak, sekan sesama almamaternya di Universitas Islam Indonesia (UII) itu kini mendapatkan amanat untuk memimpin lembaga peradilan tertinggi di negeri ini.

“Turut bergembira dan mengucapkan selamat kepada sahabat sealmamater saya UII, Dr. Syarifuddin, yang pada hari ini terpilih menjadi Ketua Mahkamah Agung (MA), menggantikan Dr. Hatta Ali,” kata Mahfud MD, Senin (6/4/2020).

Bacaan Lainnya

Ia berharap atas terpilihnya Ketua MA periode 2020-2025 itu, Syarifuddin mampu melanjutkan kepemimpinan seniornya di MA dan membawa reformasi dunia peradilan di Republik Indonesia bisa semain baik lagi.

“Semoga bisa melanjutkan reformasi dunia hukum dan peradilan. Selamat purna tugas kepada Bapak Hatta Ali,” imbuhnya.

Perlu diketahui, bahwa dalam proses pemilihan Ketua MA hari ini, suara Muhammad Syarifuddin ternyata terbanyak. Yakni 32 suara dari total 47 suara yang tersedia untuk seluruh kandidat yang ada.

Setelah mendapatkan suara terbanyak dan akan segera memegang tongkat estafet dari Hatta Ali, Syarifuddin pun menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberkan kepadanya itu. Bahkan ia berharap bisa bersatu padu dengan seluruh jajaran di Mahkamah Agung, bekerja sama dalam membangun badan peradilan yang agung selama masa kepemimpinanya.

“Terima kasih kepada rekan-rekan yang telah memberikan kepercayaan melanjutkan estafet kepemimpinan ini,” kata Syarifuddin.

Tak hanya itu, ia pun mengapresiaisi Ketua MA Hatta Ali yang dikenal sebagai Bapak Pembaharauan Mahkmah Agung karena telah melahirkan beragam kemajuan yang berdampak kebaikan bagi lembaga peradilan di Indoneisia.

“Kita akan melanjutkan semua ini agar badan peradilan yang agung bisa kita capai secepatnya,” ucapnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Hatta Ali menambahkan bahwa kepercayaan ini merupakan amanah dan tanggung jawab yang besar yang harus dilaksanakan dengan sepenuh hati dan penuh kerja keras.

hatta ali
Hatta Ali.

Perjalanan karir Muhammad Syarifuddin

Muhammad Syarifuddin lahir di Baturaja pada 17 Oktober 1954. Ia merupakan alumni S1 di Fakultas Hukum UII Yogyakarta. Setelah dinyatakan lulus ia pun mendaftarkan diri sebagai Calon Pegawai Neger Sipil (CPNS) sebagai Calon Hakim. Berbekal ijazah sementara karena ijazah aslinya belum keluar, ia pun memberanikan diri dan beruntung, ia lulus sebagai hakim muda dan mulai berdinas di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh pada tahun 1981.

Setelah diangkat menjadi hakim pada tahun 1984, ia berpindah tugas di PN Kutacane. Di sana ia hanya berdinas sampai tahun 1990 hingga akhirnya ia berpindah tugas ke Pengadilan Negeri Lubuk Linggau hingga tahun 1995.

Usai berdinas di PN Lubuk Linggau itu, M Syarifuddin berpindah tugas lagi di Pengadilan Negeri Lubuk Linggau hingga tahun 1999. Selanjutnya, ia pun mendapat keputusan mutasi sebagai hakim di Pengadilan Negeri Baturaja. Dan Syarifuddin kemudian berpindah tugas sebagai hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tahun 2003.

Ternyata karirnya pun cukup cemerlang hingga pad akhirnya ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung periode tahun 2005-2006. Dan periode selanjutnya yakni 2006-2011 ia dipercaya sebagai Ketua PN Bandung.

Pada tahun 2011, ia mendapat promosi sebagai Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi Palembang. Pada tahun yang sama, penyandang gelar Doktor Hukum dari Universitas Katolik Parahyangan ini dipercaya menjabat sebagai Kepala Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI. Jabatan eselon I ini diembanya sampai dengan terpilih sebagai hakim agung pada tahun 2013.

Setelah dua tahun menjabat hakim agung, Muhammad Syarifudin dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Ketua Kamar Pengawasan. Kurang dari satu tahun menjabat sebagai Ketua Kamar Pengawasan, ia kemudian terpilih secara demokratis sebagai Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial pada Pemilu MA yang dilaksanakan pada tanggal 14 April 2016. Dari kursinya sebagai Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial ini yang justru mengantarnya ke kursi pucuk pimpinan Mahkamah Agung yakni sebagai Ketua MA untuk periode 2020-2025. [NOE]

Pos terkait