DPR Dorong Masifkan Rapid Test Demi Temukan Angka Real Kasus Covid-19

  • Whatsapp
Ace Hasan Syadzily
Tubagus Ace Hasan Syadzily.

Inisiatifnews.com Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Golkar, Tubagus Ace Hasan Syadzily mendorong agar pemerintah memasifkan tes cepat (rapid test) untuk Covid-19 kepada masyarakat. Tujuannya agar ditemukan angka pasti kasus penyebaran Coronavirus itu di Indonesia.

“Dalam rapat Komisi VIII dengan Ketua Pelaksana Gugus Tugas Penanganan Covid-19, saya secara tegas mengusulkan agar uji atau tes Covid-19 harus lebih masif. Tanpa ada tes atau uji Covid-19 secara masif, kita tidak pernah tahu berapa jumlah yang terjangkit virus ini,” kata Ace Hasan, Selasa (7/4/2020).

Bacaan Lainnya

Kemudian ia juga menyatakan bahwa rapid test juga sangat membantu pemerintah untuk memberikan tindakan bagi masyarakat yang terkena virus Corona itu. Apakah harus dirawat secara intensif di rumah sakit atau ruang isolasi khusus, atau cukup dengan melakukan karantina mandiri saja.

“Memang rapid test tidak menyembuhkan, tapi dengan itu kita dapat mengetahui positif atau tidaknya seseorang. Dengan itu, kita dapat ambil tindakan yang tepat. Apakah tindakan medis atau diminta isolasi diri,” ujarnya.

Ia masih mengkhawatirkan jika kasus Covid-19 di Indonesia tidak hanya sekedar seperti apa yang dilaporkan pemerintah melalui gugus tugas yang telah dibentuk. Bahkan bisa lebih besar dari pada itu. Hal ini diindikasi karena deteksi menyeluruh belum dilakukan sehingga data real-nya belum didapat.

“Persebaran Covid-19 secara eksponensial di Indonesia jangan-jangan seperti gunung es. Yang terdeteksi hanya di permukaan karena kita tidak dapat mendeteksi lebih luas berapa jumlah yang pasti dari positif Covid-19,” pungkasnya.

Lebih lanjut, ia pun mengimbau kepada masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan diri terhadap potensi penularan virus Corona itu.

“Saya mengajak kita semua untuk tetap disiplin dengan physical distancing dan stay di rumah sebagai salah satu cara kita mengatasi persebaran Covid-19 di Indonesia,” tuturnya. [NOE]

Pos terkait