Pandemi Covid-19, Miliarder Muda Ini Yakin Toko Sayur Online IPB Mampu Penuhi Kebutuhan Warga

  • Whatsapp
IMG 20200407 WA0020
Petani Muda Asal Cianjur, Sandi Octa.

Bogor, Inisiatifnews.com – Toko Sayur Online yang digagas IPB University dengan menggandeng marketplace, atau platform e-Commerce diapresiasi banyak kalangan. Gagasan tersebut dinilai responsif dan sesuai di tengah kondisi Pandemi Covid-19.

Masyarakat membutuhkan buah dan sayuran berkualitas, namun di satu sisi akses transaksi di lapangan terhambat lantaran adanya phisycal distancing. Para petani dan penjual juga diuntungkan karena komoditas mereka tetap bisa diakses pasar.

Bacaan Lainnya

Pernyataan tersebut diungkapkan Petani Muda Asal Cianjur, Sandi Octa. Sandi ada miliarder muda sukses yang menggeluti bisnis sayuran.

Menurut Sandi, gebrakan IPB University melalui strategi digitalisasi sangat efektif terutama dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat.

“Transaksi secara konvensional, memang sudah mulai berkurang terutama saat wabah Covid – 19. Sehingga cara online seperti ini merupakan langkah yang bagus, dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan dan komoditas lainnya dengan prospek yang cukup besar,” Ucap Sandi saat dihubungi Selasa (7/4/2020).

Alumnus IPB tahun 2015, Jurusan Agronomi ini menuturkan dari pengalamannya selama ini berkolaborasi bersama digital e-Commerce, dalam memasarkan kebutuhan pokok masyarakat dirasakan ada peningkatan permintaan hingga lima kali lipat dari konsumen.

Selain itu, penjualan lewat online juga sangat membantu penyerapan hasil tani secara maksimal. Sandi menambahkan, diprediksi pada awal bulan April 2020 memasuki massa panen raya dimana hasil panen melimpah, sedangkan kondisi wabah Corona belum juga berakhir.

“Dengan begini, konsumen tetap menjaga jarak sosial maupun fisik dan kebutuhan pangan mereka tetap terpenuhi,” jelasnya. 

Namun Sandi menjelaskan, ada beberapa hal yang perlu diawasi salah satunya dari sisi pemilihan komoditi dan segmen pasar. Dicontohkannya, seperti bawang Bombay untuk masyarakat umum komoditi tersebut jarang digunakan, namun bagi restauran atau hotel jenis sayuran tersebut sangat dibutuhkan.

“Jadi tantangannya, bagaimana mencocokkan keinginan segment pasar dengan yang berada di produksi (IPB). ketika masyarajat meminta yang berbeda tentu akan ada kesulitan namun nanti seiring waktu masalah ini bisa teratasi,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karier IPB University Dr Alim Setiawan mengatakan program toko online tersebut dinamakan kegiatan “Ayo Belanja Sayur dari Rumah” juga bekerja sama dengan komunitas ibu-ibu rumah tangga berbasis komplek perumahan, di mana mitra kegiatan mengkoordinir belanja sayur melalui media sosial.

“Masyarakat bisa membeli sayur online melalui Tokopedia dengan berkunjung ke toko “Rumah Sayur Bogor dan Cisarua”. Program ini juga tengah menjalin kerja sama dengan Lazada,” tandasnya.

Mekanisme lain yang digunakan adalah dengan menjalin kerja sama dengan reseller. Kerja sama yang telah berjalan adalah dengan salah satu koperasi di daerah Cilandak dan Koperasi Dinatera milik Medco Foundation.

“Sejauh ini respon masyarakat terhadap program ini cukup baik, dengan permintaan mencapai total 2.000 paket di hari pertama,” pungkasnya.

Berdasarkan testimoni konsumen terutama ibu-ibu, mereka merasa sangat terbantu dalam mendapatkan sayuran segar bermutu tinggi. Konsumen berharap, selain sayuran disediakan juga buah-buahan, ikan dan daging, karena akses akan produk-produk tersebut kian terbatas saat ini.

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait