Korpri Harap Presiden Tetap Bayarkan THR ke ASN

  • Whatsapp
ASN
Aparatur Negeri Sipil (ASN).

Inisiatifnews.com Ketua Umum Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Nasional, Zudan Arif Fakrulloh meminta kepada pemerintah agar tetap memprioritaskan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh bagi pensiunan, guru, serta PNS Golongan I dan Golongan II.

Hal itu ia sampaikan untuk merespons pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang ingin mengkaji gaji ke-13 dan THR untuk ASN di tengah wabah Virus Corona, kemarin.

Bacaan Lainnya

“Saya rasa mereka (pensiunan, guru, serta PNS golongan I dan golongan II) perlu sekali THR,” ujar Zudan dalam pernyataan resminya, Selasa (7/4/2020).

Ia menilai kelompok ini masih sangat membutuhkan THR di tengah situasi pandemi Covid-19. Sementara, kata dia, para pejabat yang berasal dari eselon I dan eselon II, kehidupannya sudah mencukupi.

Meski begitu, Zudan menilai ASN termasuk ke dalam golongan profesi yang aman ketimbang sektor lain di tengah pandemi Corona. Ia menilai sektor informal saat ini sangat terhantam perekonomiannya terhadap dampak Corona.

“Apapun keputusan negara kami mendukung, tapi kalau bisa solidaritas ASN menyumbangkan THR-nya akan lebih baik,” lanjut Zudan.

“Kalau bisa mari seluruh ASN sumbangkan kepada THR-nya untuk negara, agar negara bisa leluasa menggunakannya untuk keperluan lain,” imbuhnya, yang juga menjabat Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri ini.

Selain sumbangan dana, Zudan juga berharap ASN dapat membantu penyediaan makanan, alat pelindung diri (APD) seperti masker, sabun, hand sanitizer .

“Bila 4,2 juta ASN menyumbangkan masing-masing Rp50 ribu/bulan, maka akan terkumpul Rp210 miliar/bulan,” ujarnya berpesan.

Sebelumnya, Sri Mulyani tengah mengkaji usulan Presiden Jokowi terkait gaji ke-13 dan THR bagi ASN. Kajian dilakukan mengingat tekanan belanja pemerintah di tengah turunnya penerimaan negara.

“Presiden meminta kami membuat kajian untuk pembayaran, apakah perlu untuk dipertimbangkan lagi, mengingat beban belanja negara yang naik,” kata Sri Mulyani pada Senin (6/4).

Dalam rapat ini, Sri Mulyani mengatakan bahwa virus corona atau Covid-19 yang saat ini terjadi berdampak pada keuangan negara. Defisit anggaran diperkirakan naik hingga 5,07 persen PDB menjadi Rp 853 triliun, dari asumsi APBN 2020 yang hanya 1,76 persen ata sebesar Rp 307,2 triliun.

Situasi ini terjadi karena belanja pemerintah meningkat, sementara pendapatan negara berkurang. Menurut Sri Mulyani, pendapatan negara hanya akan minus 10 persen atau 78,9 persen saja dari target APBN 2020. []

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait