Komisi IX DPR Minta Pemerintah Pastikan Semua Pabrik Libur di Saat PSBB

  • Whatsapp
obon tabroni
Anggota Komisi IX DPR RI, Obon Tabroni.

Inisiatifnews.com – Anggota Komisi IX DPR RI, Obon Tabroni mengatakan, bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak akan efektif kalau masih ada perusahaan yang beroperasi.

Ketika perusahaan tidak diliburkan, otomatis buruh akan keluar rumah untuk bekerja. Dan ini jelas akan mengaburkan program PSBB tersebut dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Bacaan Lainnya

Menurut Obon, saat ini sudah banyak buruh yang terdampak corona. Bahkan sudah ada yang meninggal dunia.

“Supaya physical distancing efektif, maka pemerintah harus bersikap tegas dengan meliburkan pabrik-pabrik, seperti halnya meliburkan sekolahan,” kata Obon Tabroni dalam siaran persnya yang diterima Inisiatifnews.com, Senin (13/4/2020).

Obon menyoroti perusahaan otomotif. Khususnya yang produksi barang jadi. Dikatakannya, bahwa untuk pabrik otomotif di beberapa negara sudah diliburkan untuk penanggulangan Covid-19 ini, sementara di Indonesia ternyata masih ada yang beroperasi.

“Di beberapa negara pabrik otomotif sudah diliburkan. Misalnya Filiphina, Malaysia, dan Thailand. Tetapi di Indonesia masih jalan,” tegasnya.

“Kalau produksi otomotif yang barang jadi masih beroperasi, maka vendor-vendor yang memproduksi sparepart juga tetap berjalan. Sebab kalau vendor berhenti, dia akan kena penalti,” kata Obon.

Begitu pun dengan perusahaan elektronik, dan yang lainnya. Mereka Serikat satu sama lain, dimana vendor tidak bisa serta merta menghentikan produksi.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) ini menambahkan, bahwa dampak dari pemberlakuan PSBB tidak boleh menanggalkan hak buruh yakni terkait dengan upah.

“Karena bukan keinginan buruh untuk libur, maka upah buruh selama diliburkan harus dibayarkan penuh,” tutupnya.

Perlu diketahui, bahwa saat ini DKI Jakarta sudah lebih dahulu menerapkan PSBB untuk memutus rantai penyebaran Coronavirus. Sementara untuk kawasan Jawa Barat, Gubernur Ridwan Kamil akan memberlakukan PSBB untuk kawasan Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi dan Depok per tanggal 15 April 2020 mendatang. [RED]

Pos terkait