IMM Desak Andi Taufan Mundur dari Istana

  • Whatsapp
Andi Taufan Garuda Putra
Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Keuangan, Andi Taufan Garuda Putra.

Inisiatifnews.com Indonesia tengah dihebohkan dengan ulah staf khusus Presiden bidang Ekonomi dan Keuangan, Andi Taufan Garuda Putra karena mengeluarkan surat kepada para camat di seluruh Indonesia dengan kop surat Sekretariat Kabinet RI.

Dalam surat itu, dicantumkan bahwa Istana telah bekerjasama dengan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) untuk melakukan sosialisasi dan pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) kepada masyarakat di daerah. Dimana Andi Taufan adalah merupakan CEO dari perusahaan tersebut.

Bacaan Lainnya

Mendapati surat yang ditandatangi oleh Andi Taufan itu, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Najih Prastiyo menilai bahwa ada kesalahan fatal yang dilakukan oleh stafsus Presiden itu.

“IMM menilai Andi Taufan melakukan kesalahan fatal, mencampuradukkan posisinya sebagai CEO PT Amartha dengan kekuatan statusnya sebagai stafsus presiden,” kata Najih dalam siaran persnya yang diterima Inisiatifnews.com, Selasa (14/4/2020).

Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh Andi adalah wujud dari praktis penyalahgunaan administrasi yang berlaku di Indonesia. Apalagi Andi terlihat memanfaatkan jabatannya sebagai Staf Khusus Presiden untuk kepentingan perusahaan pribadinya.

“IMM menilai perbuatan Andi yang memberikan surat kepada camat se Indonesia atas nama stafsus adalah perbuatan maladministrasi, melanggar etika yang bertentangan dengan ketentuan peraturan yang berlaku,” terangnya.

Dijelaskan Najih, Andi Taufan Garuda Putra telah menyalahi tugasnya sebagai stafsus. Karena di dalam pasal 18 Perpres 17 Tahun 2012 tentang Utusan Khusus Presiden, Staf Khusus Presiden, dan Staf Khusus Wakil Presiden, bahwa tugas staf khusus adalah melaksanakan tugas tertentu yang diberikan oleh Presiden di luar tugas-tugas yang sudah dicakup dalam susunan organisasi kementerian dan instansi pemerintah lainnya.

Maka dari itu, Najih pun meminta agar Andi segera melepaskan jabatannya sebagai Staf Khusus Presiden dan kembali ke habitat sebelumnya. Karena apapun niat yang dimiliki Andi, sejatinya kesalahan semacam itu justru telah menciderai kepercayaan publik terhadap pemerintahan di bawah komando Presiden Jokowi dan KH Maruf Amin.

“Meminta Andi Taufan mengundurkan diri sebagai stafsus, karena perbuatannya yang telah menciderai kepercayaan publik,” tegasnya.

Perlu diketahui, bahwa sebelumnya Andi telah menerbitkan surat yang ditujukan kepada para camat di seluruh Indonesia.

Berkas dengan nomor surat 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 tertanggal 1 April 2020, menyebutkan bahwa Andi memerintahkan kepada seluruh camat mendukung program kerjasama yang diklaim Andi dengan sebutan Relawan Desa Lawan Covid-19.

Setelah surat tersebut viral dan mendapatkan banyak kecaman, akhirnya Andi Taufan meminta maaf sekaligus menarik surat yang dibuatnya tersebut.

“Saya mohon maaf atas hal ini dan menarik kembali surat tersebut,” kata Andi Taufan dalam surat terbuka yang diterima, Selasa (14/4).

Dia mengatakan dukungan tersebut murni dari dasar kemanusiaan dan dengan biaya Amartha serta donasi masyarakat, yang akan dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel. Dukungan dan biaya tersebut Taufan mengklaim tidak ada campur tangan dari negara.

“Dukungan yang diberikan dilakukan tanpa menggunakan anggaran negara, baik APBN maupun APBD,” jelas Andi Taufan. [NOE]

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Pos terkait