Uki Minta Belva Pilih Ruangguru Atau Stafsus

  • Whatsapp
Jokowi dan staf khusus
Presiden Jokowi saat perkenalkan 7 staf khusus barunya di Istana Negara Jakarta.

Inisiatifnews.com Mantan juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi menyarankan agar Adamas Belva Syah Devara memilih apakah tetap menjadi CEO Ruangguru atau tetap membantu Presiden Joko Widodo sebagai Staf Khusus Presiden.

“Kalau emang penunjukkan Ruangguru untuk implementasi kartu Pra-kerja gak bisa dibatalin, maka sang CEO Ruangguru mundur dari Stafsus atau sebaliknya, si stafsus mundur dari Ruangguru,” kata pria yang karib disapa Uki, Rabu (15/4/2020).

Bacaan Lainnya

Baginya, penyaluran program kerja pemerintah ke perusahaan-perusahaan milik para Stafsus Presiden itu justru rentan menimbulkan konflik.

“Membiasakan conflict of interest bukan adab yang baik dalam berdemokrasi,” tuturnya.

Hal ini disampaikan Uki untuk menyinggung soal kebijakan pemerintah yang melibatkan perusahaan pribadi Staf Khusus Presiden yakni Ruangguru dengan platform unitnya yakni Skill Academy.

Skill Academy tersebut ditunjuk oleh Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk menjalankan program sertifikasi pelatihan kerja berbasis online untuk mendapatkan kartu Pra-Kerja.

Senggolan terhadap kiprah dan ruang gerak para Stafsus Milenial Presiden itu senter terjadi semenjak CEO PT Amartha Mikro Fintek, Andi Taufan Garuda Putra mengeluarkan surat kepada para Camat di seluruh Indonesia, agar mau membantu program Relawan Desa Lawan Covid-19 yang mana melibatkan timnya di Amartha.

Bahkan kepada Andi Taufan, Uki pun meminta agar CEO Amartha mundur dari jabatannya sebagai Staf Khusus Presiden.

“Demi kebaikan bersama, udahlah mas Andi Taufan mundur aja. Kekeliruan yang telah mas buat itu berakibat sangat fatal bagi tumbuhkembang demokrasi di Indonesia. Conflict of interest adalah cikal bakal nepotisme. Pelajaran juga untuk kita semua,” kata Uki. [NOE]

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Pos terkait