Soal Aksi May Day, Karyono Tak Yakin Semua Buruh Patuh Protokol Kesehatan

  • Whatsapp
aksi KSPI
KSPI sedang melakukan aksi unjuk rasa di depan DPR RI. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews.com – Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai bahwa aksi unjuk rasa adalah sikap yang sah di dalam negara demokrasi seperti Indonesia, bahkan dilindungi oleh negara melalui perangkat hukum yang berlaku.

Hanya saja di tengah situasi Pandemik Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) seperti saat ini, alangkah baiknya jika hak konstitusional itu disalurkan di medium lain, bukan melalui parlemen jalanan.

Bacaan Lainnya

“Dibutuhkan kearifan organisasi buruh untuk menahan diri sejenak dengan tidak melakukan aksi turun ke jalan,” kata Karyono dalam siaran persnya, Minggu (19/4/2020).

Karyono menyarankan agar para pimpinan buruh mencari medium lain untuk menyampaikan protes terhadap sebuah kebijakan dan langkah politik lembaga pemerintahan tanpa harus berunjuk rasa. Apapun medianya, namun substansinya dapat tersampaikan dengan baik.

“Dalam situasi saat ini organisasi buruh ditantang untuk mencari alternatif dalam menyampaikan aspirasi tanpa mengurangi substansi,” ujarnya.

Sementara terkait dengan klaim para pimpinan buruh akan memastikan para pasukannya tetap mematuhi protokol kesehatan antisipasi penularan Covid-19, Karyono mengaku sangat menyangsikan. Ia tak yakin seluruh personal buruh yang ikut aksi mematuhi protokol standar WHO, yakni memakai masker, menggunakan hand sanitizer dan menerapkan jarak aman alias physical distancing.

“Meskipun aksi unjuk rasa yang akan digelar KSPI akan tetap mengikuti aturan physical distancing dengan tetap menjaga jarak peserta aksi, memakai masker, dan membawa hand sanitizer seperti yang dikatakan Presiden KSPI Said Iqbal, bisa diprediksi hal itu sulit untuk dipraktikkan secara disiplin, apalagi dalam jumlah massa yang besar,” nilainya.

Oleh karena itu, Karyono menyarankan agar aksi unjuk rasa yang sudah direncanakan oleh KSPI bersama Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) dimana di dalamnya terdapat konfederasi besar buruh di Indonesia, yakni KSPSI pimpinan Andi Gani Nena Wae dan KSBSI pimpinan Elly Rosita Silaban, agar diurungkan saja.

“Sangat rawan terjadi penyebaran virus Corona, yang justru menimbulkan persoalan baru karena berpotensi menambah mata rantai virus Corona,” tuturnya.

Pun demikian, Karyono juga berharap setali tiga uang terhadap DPR RI dan Pemerintah serta Pengusaha. Ia berharap ketiganya juga menghormati situasi yang saat ini tengah terjadi di Indonesia yakni wabah nasional Covid-19.

Apalagi sejauh ini persoalan Omnibus Law RUU Cipta Kerja masih menuai polemik khususnya di kalangan serikat buruh di Indonesia.

Justru jika pembahasan RUU Cipta Kerja itu dipaksakan di dalam situasi seperti saat ini, ia khawatir buruh akan terpancing dan tetap ngotot melakukan aksi unjuk rasa, sehingga upaya keras pemerintah memberantas Covid-19 akan sangat terganggu.

“Untuk menjaga kondusifitas, maka DPR, Pemerintah dan Pengusaha dituntut agar lebih peka terhadap nasib kalangan buruh, dimana saat ini mereka terancam PHK, ribuan buruh telah dirumahkan,” pungkas Karyono.

“Sementara mereka tengah berjibaku melawan ancaman Korona dan berjuang untuk mempertahankan hidup,” tutupnya.

Aksi Buruh Peringati May Day

Perlu diketahui, bahwa Presiden KSPI Said Iqbal telah sepakat bersama aliansinya yakbi MPBI bersana Andi Gani dan Elly Rosita untuk menurunkan 50 ribu pasukan buruh melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Kementerian Koordinator Perekonomian dan DPR RI.

Aksi tersebut dijadwalkan akan digelar pada hari Kamis 30 April 2020, dengan tiga tuntutan utama.

“Tuntutan dalam aksi ini adalah tolak omnibus law RUU Cipta Kerja, stop PHK, dan liburkan buruh dengan upah penuh selama pandemi corona berlangsung,” kata Said Iqbal di Jakarta, Kamis (16/4).

Bahkan menurut Said Iqbal, buruh akan tetap mengikuti protokol pandemi corona, yaitu jaga jarak, memakai masker, dan hand sanitizer sepanjang aksi unjuk rasa berlangsung.

“KSPI dan MPBI akan berkoordinasi dengan pihak Mabes Polri dan Metro Jaya untuk mencari solusi berkenaan rencana aksi buruh ini. Kami yakin akan mendapatkan titik temu,” tambahnya. []

Pos terkait