PBNU: Pelatihan Daring Katu Prakerja Subhat & Banyak Mudharatnya

  • Whatsapp
Aizzudin Abdurrahman
Ketua PBNU Bidang Pertahanan dan Keamanan, Aizzudin Abdurrahman.

Inisiatifnews.com Program pemerintah Kartu Prakerja dikritik oleh sejumlah pihak. Program Kartu Prakerja dinilai tidak tepat sasaran. Salah satu yang tak tepat sasaran dari program yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 20 triliun, alokasi dana Rp 5,6 triliun-nya untuk pelatihan daring.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Aizzudin Abdurrahman menyebut, program penyaluran bantuan yang dialokasikan dalam bentuk pelatihan online untuk pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) di masa pandemi Corona Covid-19, salah kaprah.

Bacaan Lainnya

Gus Aiz, sapaan akrab Aizzudin Abdurrahman, meminta program pelatihan daring dikaji ulang. Bahkan kalau perlu dihentikan.

“Program Kartu Prakerja ini menjadi mudharat dan subhat di tangan orang-orang yang tidak tepat. Mumpung belum terlalu jauh, harus dihentikan untuk ditata ulang lagi. Sangat berpotensi disalahgunakan oleh pihak tertentu yang memiliki kepentingan. Dan dapat merugikan masyarakat. Apalagi dikelola secara arogan dan keminter,” kata Gus Aiz dalam pernyataannya kepada Inisiatifnews.com, Senin (20/04/2020).

Diterangkan lebih jauh oleh Gus Aiz, secara teknis, program yang digarap oleh tim Kartu Prakerja sama dengan startup, unicorn, decacorn lain sejenis. Yakni berkutat mengolah profile pengguna, memanfaatkan algortihma dan membuat role agent, antara penjual dan pembeli atau penyedia barang dan penyewa.

Menurutnya, program pelatihan ini penuh conflict interrest yang menelan biaya rakyat puluhan trilliun. Uang negara hanya berputar di segelintir orang.

“Sedangkan masyarakat Indonesia hanya dijadikan user. Penerima prakerja dijadikan objek. Jika program ini diteruskan dan semakin tidak terkendali, ke depan dapat dipastikan, masyarakat Indonesia bekerja secara mekanik, yang di kontrol oleh mereka,” ungkap cucu pendiri NU, KH. Hasyim Asy’ari ini.

Gus Aiz menilai, tim Kartu Prakerja ini hanya mengejar value dari bisnis teknologi saja. Apalagi, ke depan, bisa-bisa disalahgunakan untuk kepentingan politik.

“Jadi masyarakat harus mengawasi secara cermat. Ini sama membayar orang untuk menjadi bodoh. Seharusnya ada upaya yang lebih beradab, kemanusian harus selalu hadir mengontrol kemajuan teknologi, bukan sebaliknya. Apalagi hanya dikendalikan oleh segelintir orang,” tambahnya.

Dia menyayangkan, dalam situasi pendemi Corona Covid-19 ini, di tengah kesulitan masyarakat semakin bertambah, ada segelintir oknum yang tidak memiliki tanggung jawab dan rasa kemanusiaan.

“Menghadapi beratnya situasi di tengah pendemi Covid-19, justru semakin menjadi musibah karena ulah-ulah segelintir orang khususnya para pemimpin pengambil kebijakan yang tidak memiliki tanggung jawab dan tidak bermanfaat untuk rakyat,” pungkas Gus Aiz.

Untuk dikethui, mitra program Kartu Prakerja adalah Skill Academy by Ruangguru. CEO-nya, stafsus Jokowi yakni Adama Belva Syah Devara.

Soal Ruangguru yang jadi mitra program Kartu Prakerja, Belva telah membantah ada KKN. Dia mengatakan, pemilihan mitra Kartu Prakerja dilakukan independen oleh Kementerian Koordinator Perekonomian dan Manajemen Pelaksana.

“Perlu diluruskan bahwa kebijakan prakerja adalah bagian dari kampanye Presiden Jokowi dari pertengahan tahun 2019. Saya ditunjuk sebagai staf khusus November 2019. Kebijakan program prakerja sudah dilakukan sebelum saya menjadi staf khusus,” ungkap Belva melalui akun media sosial Twitter beberapa waktu lalu. [FMS]

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait