Jangan Asal Teriak Lockdown, Apalagi Pakai Contoh Ngasal

  • Whatsapp
Uki
Dedek Prayudi.

Inisiatifnews.com – Eks Jubir Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi mengingatkan kepada siapapun agar tidak sembarangan memberikan usul lockdown atau tidak lockdown dalam menyikapi Pandemik Covid-19 di Indonesia. Apalagi jika usulan dan opini yang diutarakan menggunakan contoh yang salah.

“Sebelum beropini harus lockdown atau jangan lockdown terus kasih contoh negara anu dan itu, sebaiknya pelajari dulu definisi dan skala lockdown yang diterapkan, juga policy environment negara itu,” kata Dedek Prayudi, Sabtu (25/4/2020).

Bacaan Lainnya

Salah satu negara yang diteriakkan beberapa kalangan agar bisa dicontoh oleh Indonesia dalam menerapkan kebijakan lockdown adalah Vietnam. Salah satu negara di Asia Tenggara yang jaraknya lebih dekat dengan asal usul virus tersebut muncul dan mengganggu semua negara di belahan bumi ini.

Disampaikan pria yang karib disapa Uki itu, bahwa kebijakan lockdown di Vietnam tetap memberikan kelonggaran bagi masyarakatnya untuk beraktifitas di luar rumah. Jika di Indonesia dibatasi maksimal 5 orang, di Vietnam diberikan kelonggaran sampai 10 orang lebih untuk berkerumun.

“Bahkan lockdown di Vietnam pun tetap mengijinkan kerumunan di atas 10 orang untuk kegiatan sekolah,” ujarnya.

Dituturkan Uki, bahwa persoalan lockdown atau tidak dalam menyikapi penyebaran wabah Covid-19 juga harus dipertimbangkan juga aspek karakter sosialnya, apakah efektif diterapkan dalam situasi dan kondisi kelas sosial masyarakat Indonesia secara menyeluruh atau tidak.

“Lihat juga karakteristik sosial masing-masing negara. Jangan kasih contoh negara dengan karakteristik middle class society terus skemanya ingin diterapkan di Indonesia yang sangat hierarchical, yang ada kita akan alami seperti yang dialami India yang juga hierarchical,” tutur Uki.

Selain itu, Uki juga menyinggung tentang validitas daya kependudukan dan kondisi ekonomi rakyat Indonesia juga sangat perlu diambil pertimbangannya.

Jika sistem keamanan sosial di masyarakat sudah berjalan baik, kemudian data kependudukan dan kondisi ekonomi masyarakatnya terdata secara akurat, opsi lockdown boleh jadi pertimbangan yang matang, karena sudah ada prakondisi yang baik.

“Juga social security system yang sangat mapan, terutama di tangan kekuasaan labour party, juga data kependudukan dan ekonomi yang super kredibel. Ini adalah prakondisi yang memberi mereka ruang opsi yang sangat luas,” pungkasnya.

Oleh karena itu, peneliti muda ini memberikan penekanan, bahwa dalam pengambilan sebuah kebijakan tidak bisa hanya mengandalkan satu sektor saja sebagai aspek pertimbangannya, sehingga sebuah kebijakan yang diambil benar-benar bisa diterapkan dengan baik dalam menghadapi sebuah persoalan, termasuk wabah virus Korona.

“Kadang sebagian kita terlalu bersemangat fokus di satu sektor tapi kemudian lupa prakondisi dan dampaknya dari dan kepada sektor-sektor lain. Policy making cannot be single sector heavy, my friend,” tutupnya. []


Pos terkait