Soal Larangan Mudik, Kiai Ma’ruf: Menaati Ulil Amri Wajib Hukumnya

  • Whatsapp
Maruf amin
Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin.

Inisiatifnews.com – Menjelang Idul Fitri masyarakat Indonesia memiliki tradisi pulang ke kampung halaman yang dikenal sebagai mudik. Tradisi yang baik ini berpotensi memperluas penyebaran virus di tengah pandemi Covid-19.

Untuk itu demi menjaga kemaslahatan bersama, pemerintah meminta masyarakat untuk tidak mudik.

Bacaan Lainnya

“Oleh karena itu suatu perbuatan walaupun itu baik, maslahat, tetapi kalau menimbulkan bahaya itu harus dihindari, wajib menghindari, apalagi karena sekarang i pandemi Covid-19. Karena Pemerintah melarang orang mudik, jadi wajibnya menjadi bertambah, wajib karena kita menghindari bahaya berdasarkan keyakinan dan wajib menaati Ulil Amri, Pemerintah,” imbau Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat menyampaikan tausiah Ramadan melalui video conference di rumah dinas Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat, Senin (27/04/2020).

Lebih lanjut Wapres mengungkapkan, larangan mudik saat ini sebagai upaya menjaga kemaslahatan untuk diri, keluarga dan semua orang, sehingga wajib tidak mudik pada masa pandemi ini.

“Tidak mudik demi untuk kemaslahatan kita dan kemaslahatan semua, maka juga kemaslahatan keluarga kita yang ada di kampung, semuanya itu supaya terjaga,” ujar Kiai Ma’ruf.

Wapres menjelaskan, tradisi mudik memang amal yang baik. Namun akan sangat berbahaya jika dilakukan pada masa pandemi Covid-19. Bahkan sangat diyakini terjadinya penularan.

Wapres pun mengingatkan, mudik berbahaya sebab orang yang pulang kampung dapat membawa virus corona ke kampungnya dan menyebarkan virus itu kepada keluarga dan orang di sekitarnya.

Apalagi orang yang mudik dari pusat kota seperti Jakarta dan sekitarnya, yang merupakan epicentrum kasus corona alias zona merah. Juga tidak menutup kemungkinan orang yang mudik itu tertular dari keluarga atau orang di kampung halamannya.

“Sangat diyakini akan mengakibatkan terjadinya bahaya, bahaya dari kita yang membahayakan orang lain atau orang lain yang membahayakan diri kita,” imbuh Wapres.

Wapres meyakini mudik dapat meningkatkan penambahan kasus Covid-19 di Indonesia, karena meningkatnya penyebaran virus melalui pergerakan orang.

“Buktinya di beberapa daerah yang tidak ada corona sekarang terjadi penyebaran karena adanya pergerakan orang dari pusat-pusat penyebaran corona, Jakarta dan sekitarnya ke kampung-kampung melalui orang-orang yang mudik kekampungnya masing masing,” tandas Wapres.

Di akhir tausiahnya Wapres mengajak masyarakat bersilaturahmi melalui media online untuk masa saat ini. Kemudian setelah masa pandemi Covid-19 berlalu silaturahmi dapat di lakukan dengan bertemu fisik kembali.

“Kita lakukan silaturahmi melalui media online, melalui handphone, bahkan juga secara fisik Insya Allah. Allah segera menghilangkan musibah corona ini,” harap alumnus Pondok Pasantren Tebuireng Jombang Jawa Timur ini. (FMB)

Pos terkait