Syukuran LBH Yusuf Terbentuk, Paket Sembako Dibagikan ke Ustadz se-Jabodetabek

  • Whatsapp
IMG 20200429 215338
LBH Yusuf.

Inisiatifnews.com – Banyak cara bagaimana mengungkapkan rasa syukur atas kenikmatan yang didapat. Salah satunya adalah dengan bersedekah. Dan ini yang dilakukan oleh Lembaga Bantuan Hukum Yusuf (LBH Yusuf).

Di momentum Ramadhan tahun ini yang dibelenggu pula oleh pandemik Covid-19, mereka ikut berpartisipasi dalam membantu masyarakat khususnya para guru ngaji alias ustadz untuk tetap bisa bertahan di tengah situasi pelik seperti saat ini, apalagi beberapa wilayah di Indonesia termasuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Bacaan Lainnya

Bantuan paket sembako ini diberikan sebagai bentuk rasa syukur atas terbentuknya LBH Yusuf pada akhir Februari 2020 Lalu.

Pendiri LBH Yusuf, Ari Yusuf Amir mengatakan, bahwa alasan pembagian sembako kepada para ustaz karena dianggap orang-orang seperti mereka juga menjadi salah satu segmen masyarakat yang sangat terdampak akibat Covid-19. Bahkan sudah lebih dari sebulan para ustaz tak berpenghasilan karena tidak bisa lagi mengajar, mengisi ceramah karena pandemi Covid-19. Padahal banyak dari mereka bergantung pada penghasilan harian dari aktivitas-aktivitas mulia tersebut.

Dikatakan Ari, penyaluran akan diberikan dalam beberapa tahap. Untuk tahap pertama, setidaknya ada sekitar 200 paket sembako yang akan disalurkan.

“Pada tahap pertama disalurkan 200 paket sembako yang berisi beras (10 kg), minyak (2 kg), tepung terigu, mie instan, mie telor, biscuit dan masker. Selanjutnya akan dilakukan donasi sosial tahap berikutnya,” kata Ari di sela-sela penyaluran bantuan sosial di bilangan Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2020).

Terkait pendirian LBH, alumnus UII Yogyakarta ini mengatakan, minimnya akses masyarakat untuk mendapatkan keadilan menjadi hal yang mendasari pendriian LBH. kondisi kekinian, lanjut Ari, meskipun prinsip utama dalam hukum seperti justice for all, equality before the law selalu digaungkan, namun fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang berbeda.

Pun di Indonesia, deficit access to justice dalam beragam kasus hukum yang menimpa kelompok rentan dan tak berdaya masih sering terjadi. Baik dalam ranah perdata, pidana, tata usaha negara, ketenagakerjaan, perlindungan konsumen dan lain-lain.

“Sebuah noktah hitam tentunya bagi upaya penegakan hukum di tanah air. Situasi menjadi semakin pelik, ketika bantuan hukum kepada mereka belum menjadi arus utama di Indonesia, termasuk oleh Negara (pemerintah),” ujarnya.

Ari menambahkan, dalam madzhab negara hukum/rule of law, negara terikat kewajiban untuk mengakui dan melindungi hak asasi manusia bagi setiap individu, tak terkecuali bagi mereka yang terberdaya secara hukum dan kelompok rentan lainnya. Sebagaimana amanah yang tertuang dalam UUD1945.

Atas keresahan itulah Ari Yusuf Amir dan Sugito, dua pengacara senior yang banyak menangani kasus-kasus besar penuh resiko mendirikan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Yusuf (LBH Yusuf).

Bagi keduanya, secara profetik, tanggungjawab untukmemberikan advokasi bagi masyarakat yang tak berdaya secara hukum dan kelompok rentan, sejatinya bukan hanya tanggungjawab Negara/pemerintah, tetapi menjadi tanggungjawab semua pihak dalam rangka mewujudkan equality before the law demi tegaknya hukum dan keadilandi Indonesia.

Narasi di atas menjadi basis moril pendirian LBH Yusuf yang merupakan organisasi bantuan hukum bersifat non profit.

LBH Yusuf didirikan berdasarkan Akta Notaris Nomor 39 pada tanggal 25 Februari 2020 atau bertepatan pada tanggal 25 Rajab 1441 H di Jakarta dan telah mendapat pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Nomor:AHU0003638.AH.01.04.Tahun 2020. []

Pos terkait