PBNU: Salat Idul Fitri Di Rumah untuk Menghindari Bahaya Corona

  • Whatsapp
robikin emhas
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas.

Inisiatifnews.com Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Robikin Emhas mengimbau agar umat Islam khususnya warga nahdliyin, melaksanakan Salat Idul Fitri 1441 Hijriah di rumah masing-masing. Imbauan ini disampaikan apalagi di daerah tersebut sedang berstatus zona merah Covid-19.

Imbauan ibadah di rumah ini masih sama dengan Surat Edaran PBNU Nomor 3953/C.I.034/04/2020 tanggal 3 April 2020. Umat Islam diminta melaksanakan ibadah, termasuk salat Id di rumah sesuai protokol Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah.

Bacaan Lainnya

“Prinsipnya selama masa pandemi, itulah panduan peribadatannya. Baik untuk peribadatan Ramadan, maupun peribadatan nanti saat Idul Fitri, atau salat Id,” ungkap Robikin dalam keterangannya, Kamis (14/5/2020).

SE PBNU No 3953

SE PBNU No 3953

PBNU berpendapat, ada unsur bahaya dari pandemi virus Corona Covid-19. Karenanya, umat Islam diharap menghindari bahaya dengan melakukan berbagai ibadah di rumah. Bahkan wajib tidak mudik dan silaturahmi saat lebaran hendaknya dilakukan lewat on line untuk menghambat penyebaran Corona.

Penentuan daerah mana saja yang boleh atau tidak boleh menggelar ibadah di tempat umum, adalah kewenangan pemerintah. PBNU dan ormas Islam lain hanya memberi fatwa atau imbauan. 

Robikin pun meminta pemerintah pusat dan daerah menjalin komunikasi dengan para ulama untuk membicarakan penyelenggaraan salat Idul Fitri.

“Mana daerah yang masuk zona merah, kuning, atau hijau penyebaran virus. Sehingga nanti umat bisa memahami dan pelaksaannya tepat tak menimbulkan mudharat,” pungkas Robikin. (INI)

Pos terkait