BPIP Bantah Konser Berbagi Kasih Bimbo Cs Dibiayain Negara

  • Whatsapp
20200517 195915
PHP Dev Cloud Hosting

Inisiatifnews.com – Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Antonius Benny Susetyo menyayangkan sejumlah pihak yang salah paham terhadap konser musik bertajuk ‘Berbagi Kasih’ yang disiarkan secara langsung di TVRI Minggu (17/5).

Romo Benny memastikan, konser musik yang digelar secara virtual dan diinisiasi oleh para seniman. Konser difasilitasi beberapa lembaga negara untuk menggalang dana solidaritas bagi penanganan corona.

Bacaan Lainnya

“Kita harus berpikir positif. Kita butuh upaya gotong-royong dan kebersamaan. Kita harus belajar pada Didi Kempot punya jiwa ketulusan membantu sesamanya,” kata Benny lewat keterangannya di Jakarta, Minggu (17/5).

Menurutnya, upaya para seniman perlu didukung. Benny yakin kritik sejumlah pihak adalah bentuk kesalahpahaman.

“Saya kira ini salah paham. Banyak masyarakat yang mendukung acara ini. Sayangnya publik terkecoh, dan mereka selalu negatif dengan instiatif teman seniman,” tandasnya.

“Kita bersama membantu memberi dukungan untuk para pekerja seni, jadi ini acara bersama dan tidak memakai uang negara,” yakin Romo Benny.

Romo Benny menyebut, acara ini diisi sejumlah seniman seperti Bimbo, Judika, Rossa, dan Via Vallen. Konser juga dihadiri para pejabat publik seperti Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Ketua DPD La Nyala Mattalitti, Ketua Mahkamah Agung M Syarifuddin, Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Idham Aziz. Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Maruf Amin juga hadir secara virtual.

Selain itu, hadir Ketua Komisi Yudisial Jaja Ahmad Jayus, Ketua BPK Agung Firman, Jaksa Agung Burhanuddin, Kapala BNPB Doni Monardo, Menteri BUMN Erick Tohir, Menteri Kominfo Johnny G Plate, dan Menteri Parekraf Whisnutama. Mereka akan ikut bernyanyi dari tempatnya masing-masing.

“Konser virtual ini mengajak semua masyarakat bersatu dalam satu bahasa ke gotong-royongan. Target konser ini membantu komunitas seni dan para seniman yang terkena dampak Covid-19,” ujar Romo Benny.

Sebelumnya, konser ini mendapat kritik dari sejumlah netizen di media sosial. Salah satu kritik datang dari Politikus Partai Demokrat, Rachland Nashidik yang menyindir tugas dan wewenang BPIP dalam pemerintahan.

“Duit negara jangan lagi-lagi dibuang buang percuma. Lebih baik Megawati dan BPIP sarankan Jokowi batalkan pelatihan online kartu prakerja. Dan pindahkan seluruh anggarannya jadi BLT bagi rakyat miskin. Atau untuk menalangi defisit BPJS. Itu lebih membantu rakyat daripada konser,” kicau Rachland lewat akunnya @RachlandNashidik. (INI)

Pos terkait