Kiai Ma’ruf: Salat Idul Fitri di Rumah untuk Memperkecil Bahaya

  • Whatsapp
IMG 20200521 WA0032
PHP Dev Cloud Hosting

Inisiatifnews.com – Beberapa hari lagi, seluruh umat Islam di Indonesia akan menyambut Hari Raya Idul Fitri. Pada hari istimewa tersebut, umat muslim akan melaksanakan Salat Idul Fitri yang biasanya diadakan di masjid atau lapangan terbuka.

Namun, karena pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), pemerintah mengimbau agar pelaksanaan Salat Id pada 1 Syawal 1441 Hijriah diadakan di rumah.

Bacaan Lainnya

“Pemerintah meminta supaya masyarakat dalam merayakan Salat Idul Fitri dilakukan di rumah, tidak di masjid ataupun di lapangan terbuka karena situasi keadaan negara kita masih menghadapi bahaya Covid-19. Oleh karena itu, masih perlu adanya mencegah berkumpulnya massa yang banyak untuk mencegah penularan Covid-19,” ungkap Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat menyampaikan tausiah akhir Ramadan di Rumah Dinas Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat, Kamis (21/05).

Lebih lanjut Wapres mengungkapkan, agama Islam mengajarkan umatnya untuk membangun kemaslahatan (kebaikan) dan menghilangkan kemudaratan (kerugian). Oleh karena itu, di tengah keadaan pandemi seperti saat ini, adalah saat yang tepat untuk mengimplementasikan ajaran tersebut. Di antaranya dengan melakukan penyesuaian pelaksanaan kegiatan beribadah dengan keadaan yang dihadapi.

“Dan saya kira agama juga mengajarkan kita untuk menjaga kehidupan kita dari kemungkinan tertimpa bahaya. Karena itu, di dalam melaksanakan ajaran agama, kita senantiasa menyesuaikan dengan keadaan. Dan tahun ini hari raya kita masih dalam suasana kedaruratan itu, kebahayaan itu. Tahun ini kita masih dalam suasana mudarat, tahun kebahayaan,” tandas Wapres.

Menutup tausiahnya, Wapres menegaskan bahwa, jika masih terdapat pelaksanaan ibadah Salat Id di ruang terbuka, maka hal tersebut bertentangan dengan prinsip ajaran agama Islam serta melanggar imbauan ulil amri (pemimpin) yang bertujuan untuk kemaslahatan umat.

“Andai kita memaksakan mengadakan Salat Id di masjid atau di lapangan, kemudian terjadi penularan-penularan, itu berarti tidak sesuai dengan prinsip ajaran agama yang seharusnya memperkecil bahaya, tashirul dharar. Tetapi justru memperbesar yaitu memperbesar bahaya itu, ta‚Äôzimul abrar,” pungkas Kiai jebolan Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur ini. (FMM)

Pos terkait