Soal Habib Umar Assegaf, Tokoh NU : Tokoh Agama Harus Berikan Contoh Baik

  • Whatsapp
IMG 20200523 000902
Habib Umar Abdullah Assegaf saat berdebat dengan aparat kepolisian di Pos Check Point Exit Tol Satelit Surabaya, Jawa Timur.
PHP Dev Cloud Hosting

Inisiatifnews.com – Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) masa khidmat 2015-2020, Ayang Utriza Yakin menilai bahwa seorang tokoh agama sudah seharusnya mampu memberikan contoh yang baik dalam kehidupannya. Hal ini disampaikan Ayang untuk merespon pemberitaan adanya tokoh agama bernama Habib Umar Abdullah Assegaf yang melawan petugas saat dilakukan penertiban PSBB di wilayah Surabaya, Jawa Timur.

“Tokoh agama harus memberikan contoh baik, bukan sebaliknya,” kata Ayang dalam kicauan akun twitternya @ayang_utriza, Jumat (22/5/2020).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, melawan petugas yang sedang betugas adalah bentuk dari pelanggaran hukum.

“Melawan petugas, itu melanggar hukum,” tuturnya.

Ia mengatakan bahwa status sosial tidak boleh dijadikan dalih untuk melakukan kesewenang-wenangan. Terlebih pelanggar PSBB tersebut memiliki gelar mulia dalam kalangan umat Islam, yakni habib.

“Merasa punya hak istimewa, kemudian bersikap sewenang-wenang itu bertentangan dengan prinsip demokrasi dan negara modern. Salah, ya harus berani menanggung akibatnya,” tegasnya.

Perlu diketahui, bahwa Habib Umar Abdullah Assegaf terekam video sedang adu mulut dengan petugas yang tengah melakukan check point di kawasan exit toll satelit, Surabaya. Sementara saat melintas menggunakan mobil sedang Toyota Camry warga hitam dengan plan nomor N 1 B, didapati ada pelanggaran protokol kesehatan, sehingga petugas pun memberikan teguran.

Sayangnyam teguran aparat itu tidak diindahkan pemilik kendaraan, dan sang Habib keluar untuk meminta agar aparat tidak mengganggu perjalanannya.

Sayangnya, sempat ada adu fisik antara Habib Umar dengan aparat yang kini kasus tersebut viral dan menjadi perdebatan sengit di kalangan netizen. Ada yang pro terhadap Habib dengan menyebut bahwa petugas tidak menghormati ulama, dan kurang bijak di dalam menindak pelanggar PSBB. Ada pula yang mendukung sikap aparat yang sudah bekerja keras melakukan tugasnya untuk mengantisipasi aktivitas masyarakat pengguna jalan yang tidak patuh pada protokol kesehatan.

Penjelasan Satpol PP Surabaya

Berdasarkan keterangan dari Kepala Satpol PP Surabaya, Eddy Christijanto. Bahwa kasus tersebut sudah sampai ke Polda Jawa Timur agar dapat diproses lebih lanjut. Dimana Habib Umar Abdullah Assegar dilaporkan ke polisi terkait dengan insiden tersebut.

Eddy menuturkan, bahwa laporan dibuat oleh petugas gabungan yang terlibat insiden saat bertugas di lapangan.

“Ada Satpol PP, ada polisinya, ada Linmas, jadi bukan Satpol PP yang melapor,” kata Eddy kepada wartawan, Kamis (21/5).

Dijelaskan Eddy juga, bahwa petugas gabungan yang melakukan check point sudah melakukan edukasi kepada pemilik mobil yakni Habib Umar Abdullah Assegaf.

“Kita sudah coba melakukan edukasi, menjelaskan bahwa selama pelaksanaan PSBB wajib pakai masker, sementara mereka tidak memakai masker dengan alasan di dalam mobil,” tambahnya.

Selain itu, Eddy mengatakan jumlah penumpang di dalam mobil juga melebihi kapasitas dari aturan PSBB, yaitu 50 persen dari muatan penumpang. Bahkan ia mengatakan bahwa dalam edukasi tersebut, petugas memberikan solusi agar kelebihan muatan sesuai protokol kesehatan akan diantarkan oleh petugas ke tempat tujuan.

“Kami beri solusi, dua orang turun, nanti yang dua orang kami antar,” ucap dia.

Sayangnya, Eddy mengatakan bahwa Habib Umar justru menolak usulan tersebut. Ia kemudian memaki dan memukul petugas sehingga sempat terjadi insiden baku hantam dengan seorang petugas.

“Mereka marah-marah merasa tersinggung dan lain sebagainya,” tutur Eddy. []

Pos terkait