Rektor Kasih THR Pejabat Kemendikbud, Forum Alumni UNJ : Memalukan

  • Whatsapp
unj
Landmark kampus UNJ.
PHP Dev Cloud Hosting

Inisiatifnews.com – Forum Alumni (Forluni) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) meminta agar ada perbaikan sistem tata kelola di UNJ secara menyeluruh. Misalnya, dengan pembentukan satuan pengawas internal yang bekerja secara independen untuk mengawasi perilaku menyimpang di dalam kampus.

“Kami ingin ada perbaikan menyeluruh dan mendalam terhadap tata Kelola UNJ. Tidak boleh lagi kasus memalukan ini terjadi,” kata Juru Bicara Forluni UNJ Jakarta, Ide Bagus Arief Setiawan, Sabtu (23/5/2020).

Bacaan Lainnya

Ide Bagus menegaskan kasus dugaan dugaan gratifikasi Rektor UNJ Komarudin ke sejumlah pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencoreng citra kampus sebagai pencetak tenaga pendidikan.

Dengan adanya pengawas internal nanti, diyakini bisa menjadi pencegahan kasus serupa terjadi di masa depan.

Selain itu, bisa menumbuhkan budaya transparansi penggunaan anggaran, sehingga dapat diakses publik dan terbuka.

“Karena UNJ adalah lembaga pencetak tenaga Pendidikan yang seharusnya dapat menjadi contoh dan pembentuk karakter,” ujarnya.

Ide Bagus menyebut ini bukan satu-satunya kasus yang mencoreng nama baik UNJ. Kampus tempat mencetak para tenaga pengajar itu pernah terkena kasus plagiarisme sekitar dua tahun lalu.

Forluni UNJ juga meminta agar Kemendikbud memperbaiki pola pemilihan rektor perguruan tinggi. Integritas dan rekam jejak calon rektor harus benar-benar baik dan teruji. Dengan begitu, kata Ide, perguruan tinggi benar-benar menjadi ruang akademis berintegritas tinggi.

Forluni UNJ berharap kasus dugaan gratifikasi ini dapat ditelurusi lebih lanjut. Ini penting guna memastikan dunia perguruan tinggi bersih dari budaya korupsi, termasuk Kemendikbud.

Forluni UNJ mendukung sikap tegas Kemendikbud kepada Rektor UNJ dan jajarannya apabila ada bukti keterlibatan dan bersalah dalam kasus ini. Tindakan pemecatan dan sanksi akademik dinilai layak diberikan karena mencoreng nama UNJ sebagai perguruan tinggi pencetak guru.

Rektor UNJ Komarudin dan beberapa pejabat Kemendikbud terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Komarudin diduga melakukan tindakan gratifikasi berkedok Tunjangan Hari Raya (THR) kepada Kemendikbud.

Barang bukti yang disita berupa uang sebesar US$1.200 dan Rp27,5 juta. Namun, KPK telah melimpahkan kasus ini kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti proses hukumnya. []

Pos terkait