Muannas Alaidid Yakin Ruslan Buton Langsung Ditahan

  • Whatsapp
image 600x460 5ecf4650ef60d 01
Ruslan Buton kenakan kemeja putih.

Inisiatifnews.com Ketua Umum Cyber Indonesia, Habib Muannas Alaidid meyakini bahwa Panglima Serdadu Eks Trimatra Nusantara Ruslan Buton ditahan setelah ditangkap oleh kepolisian.

“Ruslan Buton diduga kuat akan langsung ditahan oleh Polisi terkait laporan polisi terhadapnya,” kata Muannas dalam siaran persnya, Kamis (28/5/2020).

Bacaan Lainnya

Dugaan kuatnya itu didasari atas narasi hoaks yang diduga disampaikan oleh Ruslan Buton. Dan itu kata Muannas sudah memenuhi unsur pelanggaran Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana tentang larangan menyebarkan berita bohong.

“Ruslan Buton diduga menyebarkan berita bohong, kebencian berdasarkan SARA dan penghinaan pada penguasa melalui surat dan audio yang viral di media sosial,” ujarnya.

Berita bohong yang dimaksud Muannas adalah klaim, bahwa pesan audio yang dibuat oleh Ruslan Buton adalah mewakili seluruh Warga Negara Indonesia.

“Kalimat, ‘Saya Ruslan Buton, mewakili suara seluruh Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia‘, ini berita bohong karena Ruslan Buton berbohong dengan mengatasnamakan mewakili suara seluruh WNI,” kata Muannas menirukan narasi Ruslan.

Kemudian unsur ujaran kebencian juga dikatakan Muannas ada di dalam dugaan narasi Ruslan. Di mana Ruslan menyeret klaim suku, agama dan ras yang ada di Indonesia untuk kebutuhan kepentingan politik praktisnya.

“Kebencian berdasarkan SARA dipakai oleh Ruslan Buton demi kepentingan politiknya dalam kalimat ‘Seluruh komponen bangsa dari berbagai suku, agama dan ras yang akan menjelma bagaikan Tsunami dahsyat‘. Ini dugaan pelanggaran terhadap Pasal 28 ayat 2 UU No. 19 Tahun 2016 Tentang ITE terkait larangan kebencian berdasarkan SARA,” jelasnya.

Selain itu, unsur penghinaan terhadap penguasa juga dikatakan Muannas terpenuhi dalam narasi Ruslan. Yang mana penghinaan pada penguasa tersebut diatur di dalam Pasal 207 KUHP.

“Seperti ‘Namun bila tidak, bukan menjadi sebuah keniscayaan akan terjadinya gelombang gerakan revolusi rakyat dari seluruh elemen masyarakat‘, juga ‘Yang akan meluluhlantakan para penghianat bangsa, akan bermunculan harimau, singa dan srigala lapar untuk memburu dan memangsa para penghianat bangsa‘. Kemudian kalimat ‘pertumpahan darah‘ yang diulang-ulang dalam narasi dia,” paparnya.

Bagi Muannas, narasi Ruslan Buton tidak bisa dibenarkan apalagi dikategorikan sebagai kritikan.

“Narasi Ruslan Buton tidak bisa dibela atas dasar kebebasan berpendapat, karena dia diduga kuat menyebarkan berita bohong, kebencian berdasarkan SARA, penghinaan dan ancaman yang berdampak pada kegaduhan sosial,” tutupnya.

Perlu diketahui, bahwa pada hari Kamis siang tadi, Ruslan Buton diamankan oleh anggota kepolisian dari Mabes Polri. Dan kabar penangkapan tersebut dibenarkan oleh Kepala Penerangan Komando Resimen (Kapenrem) 143/Kendari, Mayor Sumarsono.

Saat ini Ruslan dibawa dan diamankan di Polres Bau Bau untuk diminta keterangannya.

Sumarsono juga menyampaikan bahwa kasus tersebut bisa ditangani langsung oleh Polri lantaran Ruslan Buton bukan lagi berstatus sebagai anggota TNI Angkatan Darat. Hal ini lantaran Ruslan telah dipecat karena kasus pembunuhan. [NOE]

Pos terkait