New Normal di KRL, Sssttt! Nggak Boleh Ngobrol & Telfon-telfonan!

  • Whatsapp
20200529 132850

Inisiatifnews.com – PT Kereta Commuterline Indonesia (KCI) atau KRL berencana menerapkan kebijakan baru dalam skema new norma.

Skema new normal KRL yang paling anyar dan belum pernah diterapkan adalah aturan penumpang haram berbicara di dalam kereta. Baik dengan penumpang lain maupun via hendphone.

Bacaan Lainnya

Aturan ini diterapkan karena aktivitas berbicara rawan memunculkan droplet. Cairan baik lewat batuk maupun bersin ini adalah media penularan Covid-19.

“Kepada seluruh pengguna diimbau untuk tidak berbicara secara langsung maupun melalui telepon seluler karena penularan bisa melalui droplet atau cairan yang keluar dari saluran mulut dan hidung saat batuk, bersin, maupun berbicara,” papar VP Corporate Communications PT Kereta Commuterline Indonesia (KCI) Anne Purba dalam keterangan resminya, Kamis (28/05).

Selain dilarang ngobrol, Anne juga meminta penumpang KRL memanfaatkan semaksimal mungkin fasilitas transaksi tiket nontunai dengan menggunakan Kartu Multi Trip (KMT), kartu uang elektronik bank, dan aplikasi Link Aja.Ini bertujuan untuk meminimalisir kemungkinan penularan Covid-19, dari uang tunai yang sering berpindah tangan.

Aturan baru lainnya adalah petugas frontliner KRL sudaj mulai menggunakan pelindung wajah atau face shield dan akan diwajibkan untuk seluruh petugas di stasiun maupun kereta.

Di luar hal baru tersebut, PT KCI tetap melaksanakan protokol yang sudah berlangsung. Yakni menyediakan fasilitas tempat cuci tangan di semua stasiun yang dilintasi KRL Commuter Line, hand sanitizer di peron maupun di setiap petugas kereta, dan menjaga kebersihan kereta dan stasiun dengan disinfektan secara rutin.

Permukaan-permukaan yang rutin disentuh penumpang di stasiun seperti vending machine, gate tiket elektronik, tempat duduk, hingga pegangan tangga dibersihkan sekurang-kurangnya sembilan kali dalam sehari. Kebijakan di Mushola stasiun selama masa pandemi Covid-19 tidak menyediakan karpet, sajadah, sarung dan mukena, juga berlanjut.

Kewajiban penumpang dan petugas menggunakan masker selama berada di area stasiun dan di dalam KRL, pemeriksaan suhu tubuh penumpang, dan penerapan physical distancing atau jaga jarak sesuai dengan marka-marka yang ada di area stasiun dan di kereta, penumpang hanya 60 orang per gerbong, juga masih berlaku.

Mengenai penumpukan, saat waktu-waktu padat pengguna, akan ada penyekatan di sejumlah titik stasiun sehingga jumlah orang yang berada di peron dan di dalam kereta dapat terkendali. Bahkan diperlukan, nantinya petugas juga melakukan buka tutup pintu masuk stasiun.

“Saat ini, skenario new normal atau pola hidup baru dengan penyesuaian dengan pandemi Covid-19 untuk KRL Commuter Line masih terus dibahas dan disusun,” tandas Anne Purba. (MMM)

Pos terkait