Rektor Undip Sindir Kegiatan Diskusi Pemakzulan Presiden di Tengah Covid-19

  • Whatsapp
Yos Johan Utama
Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Prof Yos Johan Utama.

Inisiatifnews.com – Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Prof Yos Johan Utama menegaskan bahwa untuk saat ini bukan waktunya kampus dijadikan tempat kegitan diskusi dan seminar tentang politik di masa pandemi wabah virus corona atau Covid-19 seperti saat ini. Menurut dia, kampus harus diisi dengan kegiatan-kegiatan positif dan konstruktif. 

“Saudara-saudara sekalian pada prinsipnya dalam menghadapi Covid ini memang kegiatan-kegiatan di kampus-kampus dilakukan dengan adanya kegiatan-kegiatan seminar, diskusi. Saya sendiri sangat setuju, karena bagimanapun setiap waktunya harus kita gunakan untuk hal-hal positif,” kata Yos dalam keterangan persnya yang diterima Inisiatifnews.com, Selasa (2/6/2020).

Bacaan Lainnya

Namun ia berpendapat, bahwa diskusi-diskusi di dalam kampus sudah waktunya dikaitkan dengan proses-proses pendidikan dan pembelajaran, sebagai upaya bersama-sama mencari solusi, memberikan sumbangsih, saran untuk menyelesaikan masalah Covid-19. Sebab, kata dia, Covid-19 ini sudah banyak memakan korban jiwa manusia, tak terkecuali di Indonesia sendiri.

“Tentu itu akan memanggil kita para ilmuan dan cendia di dalam seminar-seminar untuk bersama-sama mencari solusi,” ujarnya.

Untuk itu, ia menilai bahwa sangat tidak tepat waktunya ketika mimbar-mimbar intelektual tersebut justru dijadikan panggung untuk kepentingan politik praktis, salah satunya adalah diskusi tentang pemakzulan Presiden.

“Oleh karena itu juga tidak sepantasnya kalau kemudian hal-hal yang dilakukian justru diskusi-diskusi yang terkait dengan masalah politik. Saya kira tidak pada waktunya saat-saat ini,” pungkasnya. 

Jika diskusi tentang poliitk di kampus itu kemudian memunculkan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat, Yos mengajak semua pihak agar bisa semaksimal mungkin untuk menghindarinya. Daripada diskusi tentang politik, menurut Yos, lebih baik dan bermanfaat adalah diskusi tentang persatuan dan gotong royong untuk melawan Covid-19. 

“Inilah saatnya persatuan Indonesia kita tunjukkan. Kalau kita bersatu-padu baik di dalam hal-hal yang berkaitan diskusi, baik di dalam webinar-webinar kita, dalam saran-saran kita, kita satu tujuan untuk segera memberantas, menyelamatkan bangsa Indonesia ini dari pandemi Covid-19,” tukas Yos.

“Kita berantas bersama Covid-19 ini dengan segala upaya kita, baik di ilmu-ilmu kesehatan, ilmu-ilmu yang lain, ilmu hukum, politik. Mari kita arahkan kekuatannya,” imbuhnya. 

Menurut Yos, kampus memang memiliki kebebasan akademik. Namun, bukan berarti kampus tak memiliki aturan, sehingga segala kegiatan bebas diselenggarakan di dalam kampus. 

“Kita punya kebebasan akademik memang, tapi mari kita kebebasan akademik itu arahkan untuk yang lebih produktif, untuk bangsa. Inilah sesungguhnya cita dan integritas kita sebagai bangsa Indonesia bersama-sama terpangil menghadapi Covid-19 ini,” tutupnya. []

Pos terkait