Ketum KNPI Minta Anggaran Covid-19 Sentuh Sektor Pendidikan

  • Whatsapp
Haris Pertama
Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama.

Inisiatifnews.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Haris Pertama mempertanyakan alokasi anggaran penanggulangan Covid-19 sebesar Rp 405,1 Triliun di sektor pendidikan.

“Anggaran 405,1 Trilliun untuk penanganan Covid-19 yang akan dialokasikan oleh pemerintah, tidak ada yang menyentuh dunia pendidikan,” kata Haris dalam siaran persnya, Kamis (4/6/2020).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, anggaran penanggulangan Covid-19 yang digelontorkan oleh pemerintah pusat hanya menyentuh sektor kesehatan, perlindungan sosial. Kemudian anggaran tersebut dipergunakan juga untuk memberikan insentif di sektor perpajakan dalam rangka stimulus dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional termasuk restrukturisasi kredit dan penjaminan dunia usaha, khususnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKN).

“Nah kemana anggaran untuk dunia pendidikan ?,” imbuhnya.

Padahal menurut Haris, anggaran pengelolaan pendidikan di Indonesia adalah yang terbesar dalam penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kita tahu bahwa anggaran dunia pendidikan di negara ini sudah cukup besar yaitu 20% dari APBN. Namun sekali lagi bahwa anggaran tersebut peruntukannya sudah sangat jelas tidak ada diperuntukkan untuk situasi pandemi Covid-19,” ujarnya.

Aktivis pemuda itu meminta agar pemerintah pusat peka juga terhadap nasib para mahasiswa dan pelajar agar kelangsungan pendidikan mereka tidak terkendala.

“Apakah sebagian besar Mahasiswa masih sanggup membayar uang kuliah?. Apakah orangtua dari mahasiswa tersebut masih mampu membiayai kuliah anak-anaknya dengan situasi pandemi Covid-19 ini ?. Apakah pihak Kampus tidak mendesak mahasiswa dan orangtuanya untuk tetap membayar uang kuliah ?. Apakah para pekerja di lingkungan kampus tidak terancam di-PHK jika para mahasiswa sudah mulai sedikit yang mampu membayar uang kuliah ?. Apakah tidak ada biaya selain dari semua hal di atas itu yang orangtua harus tanggung demi pendidikan seorang anak ?,” pungkasnya.

Oleh karena itu, Haris berharap agar duit rakyat sebesar itu juga ada alokasi untuk membantu sektor pendidikan, khususnya kepada para siswa dan Mahasiswa yang terdampak akibat Covid-19.

“Harusnya dalam anggaran Rp 405,1 Trilliun dalam penanganan Covid-19 disisipkan untuk dunia pendidikan, karena efek pandemi Covid-19 juga sangat berpengaruh besar bagi Mahasiswa dan Siswa di seluruh Indonesia,” tuturnya. [RED]

Pos terkait