Pengamat Sebut Jokowi Sulit Dilengserkan

  • Whatsapp
Jokowi
Foto : Twitter/jokowi

Inisiatifnews.com Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie, Ph.D menilai bahwa mimpi untuk melengserkan presiden Jokowi saat ini tampaknya sulit diwujudkan. Karena menurutnya, Presiden hanya bisa dilengserkan selama kepala negara tersebut keluar rel atau melakukan penyimpangan seperti yang diamanatkan oleh UUD NRI 1945.

“Beda antara mundur dan dilengsekan lantaran seorang presiden dipilih rakyat. Menurut saya semua ada legal coriddor (koridor hukumnya) bahkan hukum sebab akibat,” kata Jerry Massie dalam siaran persnya, Rabu (3/6/2020).

Bacaan Lainnya

Ada celah pula Presiden bisa dimakzulkan ketika dua kekuatan besar menghendaki, yakni lembaga legislatif. Sayangnya, legislatif dengan eksekutif terbilang mesra dan kuat. Maka potensi untuk melengserkan Jokowi dari jabatannya sulit terjadi.

“Yang ditakuti adalah people power secara kelembagaan, tapi sulit rasanya, alasannya karena legislatif dan eksekutif cukup kuat. Apalagi di parlemen dikuasai partai pendukung Jokowi. Jadi menurut saya dalam kondisi saat ini Jokowi sulit dilengserkan,” jelasnya.

Ia juga menyinggung tentang pelengseran Presiden KH Abdurrahman Wahid. Dalam era kepemimpinan Presiden dari tokoh besar Nahdlatul Ulama (NU) itu, pelengeseran atau pemakzulan dilakukan oleh MPR RI dengan kekuatan politiknya yang sangat besar saat itu. Sayangnya, kekuatan politik MPR tak sebesar dahulu dari sisi kewenangannya. Pun demikian, lembaga MPR juga diisi oleh koalisi yang mayoritas sejalan dengan kekuatan politik di eksekutif.

“Bahasa dilengserkan pernah terjadi saat Presiden ke-4 Gus Dur memimpin, tapi kala itu lengser di tangan MPR. Tapi kali ini beda, MPR bukan lagi lembaga yang memberhentikan presiden,” terangnya.

Jerry membenarkan bahwa memang ada yang mendorong agar Presiden Jokowi mundur. Akan tetapi itu sulit dilakukan.

“Angin reformasi 98 beda dengan kondisi saat ini. Kalau isu reshuffle menteri itu bisa saja melihat kinerja mereka selama ini,” tandasnya.

Dijelaskan Jerry, seorang Presiden bisa dimakzulkan ketika seseorang yang memiliki jabatan tersebut melakukan pelanggaran konstitusional.

“Ada beberapa contoh yang menyebabkan Presiden dimakzulkan. Jika Presiden Jokowi terbukti mengkhianati negara, maka yang bersangkutan bisa dimakzulkan,” pungkasnya.

Kemudian, Jerry juga menyebut, apabila Presiden terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi dan atau melakukan perbuatan pelanggaran pidana berat lainnya.

“Tentu harus ada pembuktian secara hukum terlebih dahulu,” imbuhnya.

Selanjutnya, apabila seorang dengan jabatan Presiden melakukan perbuatan tercela sesuai dengan yang telah diatur oleh Undang-undang, maka ia bisa dimakzulkan dari jabatannya tersebut.

“Jika Presiden melakukan perbuatan tercela, maka Presiden juga bisa dimakzulkan,” tandas Jerry. [RED]

Pos terkait