Salat Jumat Perdana di Tengah Pandemi Covid-19

PBNU: Umat Bersyukur & Patuhi Protokol Kesehatan

  • Whatsapp
IMG 20200605 WA0014
Salat Jumat pertama selama pandemi Covid-19 di Masjid An-Nahdlah Gedung PBNU, Jumat (5/6).

Inisiatifnews.com – Sudah tiga bulan lebih umat Islam di Indonesia, khususnya di Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya mengganti Salat Jumat dengan Salat Dzuhur akibat pandemi Covid-19.

Hari ini umat Islam di berbagai tempat di Jakarta dan Indonesia umumnya, kembali menunaikan ibadah Salat Jumat. Salat Jumat kembali digelar setelah pemerintah melonggarkan kegiatan rutin beribadah di tempat ibadah.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah. Saya melihat kegembiraan yang luar biasa. Kegembiraan warga muslim yang merupakan ekspresi syukur kepada Allah SWT,” kata Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU, Robikin Emhas dalam keterangannya, Jumat (5/6).

Berdasarkan pantauan dan laporan pengurus NU dari berbagai wilayah di Indonesia, hampir semua Masjid dan tempat yang menyelenggarakan Salat Jumat mematuhi protokol kesehatan.

Salah satunya pelaksanaan Salat Jumat pertama selama pandemi Covid-19 di Masjid An-Nahdlah Gedung PBNU. Bertindak sebagai khatib dan Imam, Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj.

Jamaah yang datang mengenakan masker. Jamaah dicek suhu tubuhnya sebelum masuk Masjid yang berada di kompleks PBNU. Tak lupa cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

Jamaah juga menjaga jarak selama khotbah berlangsung dan saat Salat. Karpet yang biasanya menghiasi lantai masjid, juga tak terlihat.

Khutbah Jumat pun berlangsung singkat dan khidmat. Meski singkat, tak mengurangi syarat sah dan rukun khutbah, serta substansi pesan yang disampaikan khatib.

“Semua itu mengonfirmasi kesungguhan umat Islam dalam menghadapi virus corona, baik lahir maupun batin. Semoga dalam the new normal, masyarakat aman dari Covid-19 dan kegiatan sosial, ekonomi dan keagamaan berjalan baik dan produktif. Semoga Covid-19 segera lenyap dari dunia,” harap Robikin. (INI)

Pos terkait