Hikam Nilai Perdebatan Terbuka dan Fair RR vs LBP Sehatkan Demokrasi

  • Whatsapp
Maritim4 1024x668 1
Rizal Ramli bersama Luhut Binsar Panjaitan saat serah terima jabatan Kemenko Kemaritiman Republika Indonesia.

Inisiatifnews.comPengamat politik, Muhammad AS Hikam menilai bahwa perdebatan antara Rizal Ramli (RR) dengan Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) akan sangat positif ketika dilakukan secara terbuka.

Karena menurutnya, ketika perdebatan itu dihelat secara terbuka dan adil, maka masyarakat luas pun bisa menilai materi ilmiah dan mampu memandangnya secata objektif.

Bacaan Lainnya

“Jika debat publik antara LBP vs RR jadi digelar dengan mengedepankan prinsip terbuka dan fair sehingga bisa disaksikan dan dinilai publik dengan bebas, tentu akan bermanfaat bagi bangsa dan demokrasi kita,” kata Hikam, Jumat (12/6/2020) dini hari.

Hanya saja, ia tak sepakat ketika agenda perdebatan kedua belah pihak itu dibarengi dengan taruhan khusus, seperti yang diutarakan oleh pihak Rizal Ramli, di mana ketika RR menang dalam perdebatan itu, maka seluruh tim ekonomi di Kabinet pemerintahan Presiden Jokowi harus mundur, sementara jika RR menang maka ia berjanji tidak akan memberikan kritik kepada pemerintah saat ini. Sementara tantang semacam itu pun ditentang dan dianggap oleh pihak Luhut bukan tawaran perjanjian yang setimpal.

“Gak usah pake taruhan segala. Monggo,” imbuhnya.

Perlu diketahui, bahwa Luhut Binsar Panjaitan mempersilahkan kepada mereka yang mencoba mendiskreditkan persoalan utang negara terhadap pemerintah pusat saat ini, untuk bertemu dan berdebat dengannya. Ia ingin agar diskusi tentang utang negara tersebut dibuka secara tatap muka bukan malah sekedar perang narasi di media sosial.

Kemudian, sikap Menko Kemaritiman dan Investasi itu disambut oleh Majelis ProDem pimpinan Iwan Sumule yang merupakan eks Caleg Partai Gerindra. Di mana ia berencana mendebat Luhut dengan menggandeng ekonom Rizal Ramli. Dan RR pun melalui orang dekatnya yakni Adhie Massardi mengaku siap menerima tantangan itu sekaligus berharap agar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga ikut bergabung. []

Pos terkait