Muhammadiyah Desak DPR Hentikan Pembahasan RUU HIP

  • Whatsapp
pp muhammadiyah
Konferensi pers PP Muhammadiyah saat sampaikan pandangan mereka tentang polemik RUU HIP pada hari Senin 15 Juni 2020. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews.com – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyebutkan bahwa RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) saat ini telah mendapatkan penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Ia menilai jika pembahasan RUU tersebut tetap dipaksakan untuk dilanjutkan, ia khawatir akan muncul gelombang perdebatan yang sebetulnya tidak perlu terjadi.

“Jika pembahasan dipaksakan untuk dilanjutkan, berpotensi menimbulkan kontroversi yang kontra produktif dan membuka kembali perdebatan dan polemik ideologis dalam sejarah perumusan Pancasila yang sudah berakhir dan harus diakhiri setelah tercapai kesepakatan luhur, arif dan bijaksana dari para pendiri bangsa,” kata Abdul Mu’ti dalam Konferensi Persnya di Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2020).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, kontroversi terhadap RUU HIP akan menguras energi bangsa dan bisa memecah belah persatuan, lebih-lebih di tengah negara dan bangsa Indonesia menghadapi pandemi COVID-19 yang sangat berat dengan segala dampaknya.

“Tujuan Undang-undang adalah untuk menciptakan tertib sosial, kedamaian, kesejahteraan, perlindungan dan kepastian bagi setiap warga negara bukan sebaliknya,” ujarnya.

Apresiasi posisi BPIP

Masih di dalam konferensi pers tersebut, Abdul Mu’ti juga memandang bahwa kedudukan Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 7 tahun 2018 sudah sangat kuat.

Sebagai Badan yang bertugas membantu Presiden kedudukan BPIP, ia menilai tidak perlu lagi posisinya ditetapkan dengan UU secara khusus. Sementara untuk agenda terberat yang sangat penting dan prioritas saat ini ialah menjalankan Pancasila secara nyata dalam seluruh aspek kehidupan disertai keteladanan para pejabat negara dan ketaatan warga bangsa.

“Peneguhan dan pengamalan Pancasila pada perangkat Perundang-undangan lebih-lebih yang kontroversial justru semakin menjauhkan diri dari implementasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tutur Mu’ti.

PP Muhammadiyah minta RUU HIP tidak dilanjutkan

Untuk itu, Abdul Mu’ti pun mendesak kepada DPR RI selaku pengusul RUU HIP untuk menghentikan rencana pembahasan RUU tersebut demi menjaga stabilitas nasional.

“Muhammadiyah mendesak DPR untuk lebih sensitif dan akomodatif terhadap arus aspirasi terbesar masyarakat Indonesia yang menolak RUU HIP dengan tidak memaksakan diri melanjutkan pembahasan RUU HIP untuk kepentingan kelompok tertentu dan hendaknya mengutamakan persatuan dan kemajuan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan,” tegasnya.

Ia pun menuturkan meskipun DPR RI maupun pemerintah memiliki kewenangan penuh untuk menjalankan roda pemerintahan dengan membuat regulasi, namun hal itu tidak serta merta bisa mengabaikan aspek lain seperti suara masyarakat.

“Politik demokrasi juga meniscayakan checks and balances serta agregasi aspirasi dan kepentingan rakyat sebagai perwujudan jiwa dan semangat gotong royong dan permusyawaratan,” pungkasnya.

“Selebihnya secara moral segala bentuk kekuasaan harus ditunaikan dengan benar dan amanah karena bagi orang yang Berketuhanan Yang Maha Esa serta beragama semua amanat harus dipertanggmgjawabkan di hadapan Allah Yang Maha Kuasa,” imbuh Mu’ti.

Lebih lanjut, Abdul Mu’ti juga menuturkan agar DPR dan Pemerintah bisa menunjukkan eksistensi dari nilai-nilai Pancasila tersebut dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Dalam situasi Pandemi Covid-l9 dan dampak-dampak yang ditimbulkannya, terutama dalam bidang sosial dan ekonomi diperlukan situasi dan kondisi yang aman dan persatuan yang kuat. Dalam hubungannya dengan Pancasila, yang sangat penting dilakukan dan diperkuat adalah melaksanakan Pancasila dan nilai-nilai yang ada di dalamnya dalam kehidupan pribadi, berbangsa, dan bernegara,” tandasnya.

“Seluruh institusi kenegaraan di eksekutif, legislatif, yudikatif dan lembaga-lembaga resmi pemerintahan lainnya semestinya berkonsentrasi penuh dan saling bersinergi untuk menangani pandemi Covid-19 dan segala dampaknya secara serius dan optimal,” tutupnya. [NOE]

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Pos terkait