Jimly Harap Pancasila Jangan Kembali ke 1 Juni atau Piagam Jakarta

jimly
Jimly Asshiddiqie. [foto : istimewa]

Inisiatifnews.comKetua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie menilai bahwa Pancasila 18 Agustus 1945 adalah final.

“Tentang Pancasila, jangan pernah ada lagi usaha untuk ubah rumusan finalnya dalam Alinea 4 Pembukaan UUD 1945,” kata Jimly, Jumat (19/6/2020).

Bacaan Lainnya

Ia berharap agar Pancasila tidak ditarik lagi dalam perdebatan lama yakni Pancasila 1 Juni 1945 di mana Pancasila tersebut masih sebatas usulan Ir Soekarno, atau kembali ke Pancasila 22 Juli 1945 dengan nama Piagam Jakarta dengan polemik 7 kata di sila pertama yakni Kewajiban Menjalankan Syariat Islam Bagi Pemeluk-pemeluknya.

“Jangan kembali ke versi usulan pribadi Bung Karno dalam Pidato 1 Juni ataupun versi resmi Piagam Jakarta 22 Juni 1945,” ujarnya.

“Jangan lagi kembali ke perdebatan lama, lebih baik ke depan, bersatu untuk maju,” tegasnya.

Ia menilai bahwa seharusnya Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) tidak menyeret penafsiran sepihak terhadap Pancasila sebagai falsafah bangsa.

Pun jika ingin tetap dilanjutkan pembahasannya di kemudian hari, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) tersebut menyarankan agar di dalam RUU HIP hanya mencakup aturan tentang haluan pembinaan ideologi saja, namun tetap harus menunggu gejolak publik mereda terlebih dahulu.

“Kalau nanti pro-kontra sudah reda, RUU bisa saja dibahas lagi tapi cukup ngatur haluan pembinaannya saja, bukan menjabarkan haluan substansi ideologisnya, apalagi dengan merujuk hanya ke pidato Bung Karno yang baru merupakan pendapat pribadi, supaya tidak kembali ke perdebatan lama,” tuturnya. [RED]

Pos terkait