Kepala BNPT Sebut Teroris Baiat Jaringan Via Online

  • Whatsapp
Boy Rafli Amar
Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar.

Inisiatifnews.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan berbagai isu strategis terkait penanggulangan terorisme di tahun 2021.

Ia mengatakan bahwa pihaknya mengendus adanya fenomena perekrutan anggota jaringan terorisme secara online di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini.

Bacaan Lainnya

“Kelompok radikal masih aktif melaksanakan aksinya melalui propaganda perekrutan, baik secara online maupun offline selama masa pandemi COVID-19. BNPT mengkoordinasikan aparat penegak hukum yang ada,” kata Boy Rafli dalam rapat dengan Komisi III DPR, Selasa (23/6/2020).

Boy tidak menjelaskan secara rinci kelompok radikal apa yang dimaksud. Ia juga menjelaskan hingga bulan ini ada 84 tersangka yang terkait dengan jaringan teror yang aksinya telah berhasil digagalkan aparat penegak hukum.

“Jadi dalam catatan yang kami terima, setidaknya dari periode Januari saja sampai dengan bulan Juni itu ada 84 tersangka terkait dengan masalah jaringan kelompok teror yang selama ini dalam pengawasan, dalam penyelidikan aparat penegak hukum. Dan mereka umumnya adalah merencanakan berbagai aksi-aksi, termasuk aksi-aksi serangan teror yang berhasil digagalkan,” ungkapmya.

Boy menjelaskan BNPT akan secara aktif melawan paham radikalisme yang berbasis online. Hal itu dilakukan karena BNPT melihat banyak penyebarluasan paham terorisme di dunia maya.

“Melawan paham radikal berbasis online. Kita melihat penyalahgunaan dunia maya cukup tinggi berkaitan dengan penyebarluasan paham terorisme, intoleran, dan radikalisme yang sangat menghiasi ruang publik kita di dunia maya. Ini adalah tugas BNPT bagaimana melakukan kontra radikalisme melawan informasi yang bertentangan dengan nilai dasar falsafah bangsa kita Pancasila, norma hukum, maupun nilai-nilai yang kita nilai tidak patut yang nilainya ujaran kebencian,” ujarnya.

BNPT juga mengajukan usulan pengembangan organisasi dengan penambahan deputi dari 3 menjadi 6 deputi, yaitu Deputi Sistem dan Kebijakan, Deputi Kontra Radikalisme, Deputi Kesiapsiagaan Nasional, Deputi Bidang Deradikalisasi, Deputi Bidang Penegakan Hukum dan Pemantauan, serta Deputi Bidang Kerja Sama Internasional. BNPT juga akan membentuk Pusat Pengendalian Krisis (Pusdalsis) yang akan dilaporkan langsung kepada Presiden Jokowi.

“Kami berharap di 2021 kita dapat membangun Pusdalsis, di mana peran BNPT mengkoordinasikan seluruh kementerian/lembaga terkait, termasuk di dalamnya unsur TNI/Polri dan aparat penegak hukum lain untuk selalu menganalisis sebuah kondisi situasi jika terjadi adanya serangan teror sampai kepada tingkat yang high level, di mana nanti dilaporkan ke Bapak Presiden dan pelibatan-pelibatan yang diperlukan di dalam penanggulangan teror tersebut,” ujar Boy. []

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Pos terkait