Mahfud MD Minta Pelanggaran Pemilu Ditindak dan Cegah Politik SARA

  • Whatsapp
Mahfud MD
Menko Polhukam, Mahfud MD di gedung Bawaslu RI.

Inisiatifnews.comMenko Polhukam, Prof Mohammad Mahfud MD menyebut bahwa salah satu kerawanan dalam Pilkada untuk tahun ini cukup kompleks. Di mana ada kerawanan sosial yakni upaya apapun yang menghalang-halangi proses demokrasi itu berjalan, termasuk juga dengan kerawanan kesehatan karena pandemi COVID-19.

“Kerawanan Pilkada saat ini adalah setiap perbuatan yang menghalangi pemilu secara demokratis. Kemudian ada kerawanan sosial, kerawanan politik dan kerawanan Covid-19,” kata Mahfud MD saat menghadiri launching Pengawasan dan Pemutakhiran Indeks Kerawanan Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020, dalam rangka: Persiapan Pelaksanaan Pengawasan Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020 oleh Badan Pengawasan Pemilihan Umum (BAWASLU) RI, Jl MH Thamrin Nomor 14, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2020).

Bacaan Lainnya

Namun ia yakin bahwa dengan pemetaan kerawanan yang telah dilakukan secara independen, pelaksanaan Pilkada 2020 nanti akan berjalan dengan baik.

Bahkan Mahfud menilai bahwa agenda politik demokrasi di Indonesia patut disyukuri oleh seluruh pihak, karena prosesnya dilakukan secara mandiri dan independen oleh lembaga penyelenggara yang independen.

Hal ini sangat berbeda ketika ada proses politik yang katanya demokrasi namun penyelenggara pemilunya dikontrol langsung oleh penguasa, bahkan hasilnya sudah bisa diketahui sebelum pelaksanaan pemilu digelar.

“Saya mengajak dan bersyukur kepada Tuhan karena penyelenggara pemilu independen dan mandiri, tidak di bawah saya maupun Pak Tito (Mendagri -red). Berbeda dengan dulu, pemenangnya sudah diketahui,” ujarnya.

Selanjutnya, Mahfud juga mengatakan bahwa pemerintah maupun DPR RI serta lembaga penyelenggara pemilu akan tetap melaksanakan Pilkada di bulan Desember nanti.

“Pemilu tetap kita laksanakan di tengah pandemi Covid-19,” ucapnya.

Penyelenggaraan pemilu di tengah pandemi Covid-19 tetap mengindahkan protokol kesehatan. Dan inilah yang dimaksud mahfud bahwa Indonesia “berdamai” dengan kondisi saat ini.

“Karena Covid itu masih ada, dan itu yang dimaksud kita berdamai dengan Covid,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Menko Mahfud meminta agar segala bentuk kerawanan Pilkada harus disikapi dengan bijak dan terukur.

“Kita cegah segala kerawanan Pilkada, dan apabila melanggar ya tindak. Cegah politik SARA,” tuturnya.

IMG 20200624 WA0003
Foto : Istimewa

Terakhir, Mahfud MD juga menyampaikan pesan penting dari Presiden Joko Widodo, bahwa aparat penegak hukum tidak perlu terlalu sensi dalam menyikapi berbagai persoalan di masyarakat.

Ketika pelanggaran itu sifatnya masih bisa dibina, maka pembinaan harus dikedepankan. Namun ketika pelanggaran itu sudah sifatnya kriminal dan tidak bisa ditoleransi, maka penindakan hukum harus ditegakkan.

“Dan pesan Pak Presiden, aparat jangan sensi, dikit-dikit ditangkap, (kalau bisa) dibina saja. Kecuali kejahatan seperti pembunuhan maupun narkoba. Dan mudah-mudahan Pilkada bisa berjalan lancar,” tutupnya. [NOE]

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait