Pancasila Lahir dari Sumbangan Pemikiran Banyak Tokoh

  • Whatsapp
Mahfud
Menko Polhukam, Mahfud MD.

Inisiatifnews.com Menko Polhukam, Mahfud MD memaparkan singkat sejarah lahirnya Pancasila.

Ia mengatakan bahwa Pancasila memang lahir pada tanggal 1 Juni 1945 dari pemikiran Bung Karno. Sila-silanya tidak sama dengan yang sekarang, walaupun dari sudut substansinya, memiliki kesamaan pokok. Di sini, Bung Karno mengusulkan Tri Sila dan Eka Sila.

Bacaan Lainnya

Lalu muncul 22 Juni 1945, yakni Piagam Jakarta. Mahfud menyebut, Piagam Jakarta pun sebenarnya yang menginisiasi juga Bung Karno dengan tokoh Panitia Sembilan.

“Jadi bukan dibentuk BPUPKI, melainkan Bung Karno. Pada pidato 01 Juli saat sidang BPUPKI, Bung Karno pun menyampaikan ini. Artinya Piagam Jakarta tidak bisa disebut Pancasilanya umat Islam, 01 Juni Pancasilanya Bung Karno, tidak bisa. Karena lahir dari tokoh yang sama,” kata Mahfud MD saat mengikuti webinar bersama dengan Asosiasi Professor Indonesia (API) dengan tema Pro-Kontra Rancangan Undang-undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP), Rabu (24/6/2020).

Mahfud MD
Menko Polhukam RI, Mahfud MD saat mengikuti webinar bersama dengan Asosiasi Professor Indonesia (API) dengan tema Pro-Kontra Rancangan Undang-undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) pada hari Rabu 24 Juni 2020.

Kemudian, pada 18 Agustus, BPUPKI melakukan perubahan kompromi baru soal Pancasila di Piagam Jakarta, yakni mengubah sila satu.

“Jadi Pancasila lahir kapan?. Ini proses sejarah. Sumbangan pemikiran dari banyak tokoh. Tidak bisa menunjuk satu tanggal,” jelas Mahfud.

Sementara dari rangkaian proses sejarah itu, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini mengatakan bahwa Pancasila yang diputuskan tanggal 18 Agustus 1945 itulah yang final menjadi falsafah bangsa dan negara Indonesia.

“Tapi yang jelas, pemerintah memakai Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD 1945, Pancasila 18 Agustus, adalah Pancasila yang sah, dan tak perlu ditafsirkan lagi sebagai dasar ideologi negara,” tandasnya.

Oleh karena itu, Mahfud meminta kepada seluruh pihak untuk memberi masukan kepada pemerintah terkait RUU HIP, agar sesuai dengan keperuntukannya.

“Pemerintah menunggu mendapat masukan secara spritif dari forum API. Bola ini akan terus berjalan. Kita menunggu masukan dari para guru besar, bisa langsung ke DPR maupun ke kami. DPR dan pemerintah akan temu melanjutkan proses legislasi sesuai konstitusi,” pungkasnya. [IMM/RED]

Pos terkait