Moeldoko Harap Pemda Kaji Matang Sebelum Terapkan New Normal

moeldoko
Kepala Staf Presiden, Jenderal (purn) TNI Moeldoko.

Inisiatifnews.com – Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko meminta kepada seluruh pemerintah daerah untuk melakukan kajian mendalam terlebih dahulu sebelum menerapkan kebijakan New Normal (normal baru).

“Pemerintah daerah harus benar-benar melakukan kajian mendalam dan akurat sebelum mengambil langkah untuk kebijakan normal baru,” kata Moeldoko dalam keterangannya, Rabu (24/6/2020).

Bacaan Lainnya

Terdapat sejumlah faktor yang perlu diperhatikan sebelum mengambil kebijakan normal baru seperti perkembangan penyakit hingga sarana dan prasarana untuk mengantisipasi jika terjadi peningkatan wabah.

Moeldoko yang juga Ketua Ikatan Alumni Universitas Terbuka itu meminta pemerintah daerah untuk terus mengingatkan masyarakat agar menjaga protokol kesehatan, sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Sebelumnya dalam webinar “Sinergi Gerak Masyarakat Menghadapi Dampak Adaptasi Kebiasaan Baru” yang digelar KSP, sejumlah pihak telah menyiapkan prosedur dalam menghadapi normal baru.

Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan pihaknya menyiapkan tatanan adaptasi kebiasaan baru atau normal baru dengan pendekatan berbasis keluarga serta preventif dan promotif.

Berdasarkan model sosio-ekologi dari promosi kesehatan, Kowani bekerja berdasarkan kebijakan dan program pemerintah untuk disampaikan kepada masyarakat maupun organisasi yang ada di masyarakat, hingga keluarga.

“Untuk menghadapi normal baru, ibu memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam melakukan pencegahan dan penyiapan tatanan pengelolaan COVID-19 di dalam keluarga baik pada masa pandemi maupun dalam memasuki adaptasi kebiasaan baru,” kata Giwo.

Pihak Kowani memfasilitasi kesiapan masyarakat dengan mengubah perilaku untuk dapat menjalankan aktivitas normal, seperti menjalani tatanan kehidupan baru secara produktif dan aman, hidup sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan perilaku pencegahan, senantiasa mengikuti protokol kesehatan di setiap tempat, dan terus melakukan stimulasi, deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak secara optimal dengan melakukan pendidikan dari rumah.

Pos terkait