Presiden Minta Setiap Penanganan COVID-19 Harus By Data Scientist

  • Whatsapp
jokowi
Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa 23 Juni 2020.

Inisiatifnews.com Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa berbagai upaya apapun yang berkaitan dengan penanganan dan penanggulangan COVID-19 harus berdasarkan dengan data.

“Kita memiliki data-data, dan setiap kebijakan yang kita lakukan harus selalu berdasarkan data science (data ilmiah),” kata Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Rabu (24/6/2020).

Bacaan Lainnya

Kemudian, Presiden juga meminta agar kebijakan yang dikeluarkan apapun bentuknya harus juga mengikuti saran para ilmuan yang sudah berkompetensi, sehingga penanganan bisa tepat sasaran.

“Selalu juga meminta saran kepada para scientist (ilmuwan), para ahli ilmu pengetahuan, seperti apa metode yang digunakan dengan data-data yang ada,” tuturnya.

Selanjutnya, orang nomor satu di Republik Indonesia itu pun menyampaikan, bahwa pemerintah memiliki pusat data dan informasi yang saling terintegrasi. Data tersebut bernama Bersatu Lawan COVID-19 (BLC).

Dengan sistem data tersebut, Indonesia memiliki navigasi untuk mendeteksi perkembangan COVID-19 secara berkesinambungan.

“Sistem ini menjadi navigasi negara kita, Indonesia, dalam memahami perkembangan COVID-19 yang sangat dinamis setiap harinya, setiap minggunya, setiap bulannya,” jelasnya.

“Dengan sistem ini juga kita bisa mengetahui berapa kabupaten berapa kota, berapa provinsi yang berubah statusnya dari hijau menjadi kuning, dari hijau menjadi oranye, dari hijau menjadi merah atau sebaliknya berubah dari merah menjadi oranye, dari merah menjadi kuning dan dari merah menjadi hijau,” imbuhnya.

Selain itu, Presiden juga menyampaikan bahwa tim gugus tugas nasional COVID-19 juga memiliki data yang akurat dan terintegrasi untuk bisa memetakan situasi setiap daerah. Tujuannya salah satunya adalah untuk melakukan pra kondisi apakah daerah tersebut bisa diterapkan new normal atau belum.

“Kita lihat, prakondisinya seperti apa, kemudian setelah prakondisi, timing-nya kapan, kemudian juga prioritasnya di sektor apa. Semuanya berdasar data-data yang kita miliki dan kita semakin optimis karena datanya semakin baik,” tuturnya.

Lebih lanjut, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan bahwa upaya keras pemerintah untuk menanggulangi COVID-19 akan terus dimaksimalkan. Hanya saja kerja keras itu tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, harus ada peran serta aktif dari masyarakat dalam upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Untuk itu, meskipun sudah berkali-kali saya sampaikan, saya mengajak masyarakat untuk disiplin, mengikuti dan mematuhi anjuran-anjuran yang sering kita sampaikan, gunakan masker, sering cuci tangan, jaga jarak yang aman, dan hindari kerumunan,” pungkasnya. [RED]

Pos terkait