Pancasila Jadi Kekuatan Hadapi Kemiskinan

  • Whatsapp
Pancasila
Ilustrasi garuda Pancasila.

Jakarta, Inisiatifnews.com – Ketua Rumah Karakter Bangsa, Mohammad Sobary menyampaikan, bahwa Pancasila adalah kekuatan pengatur terbesar dalam menghadapi segala permasalahan dari dahulu hingga sekarang masuk ke dalam masalah kemiskinan.

“Kekuatan pengatur terbesar untuk menghadapi semua permasalahan adalah dari zaman dahulu hingga sekarang. globalisasi masalah kemiskinan,” kata Sobary dalam seminar nasional dengan tema “Pancasila : Membangun Karakter dan Janji Bernegara-Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” yang digelar oleh Para Syindicate, Selasa (30/6/2020).

Bacaan Lainnya

Ia juga menegaskan bahwa untuk mengatasi masalah kemiskinan yang banyak dialami masyarakat Indonesia saat ini adalah dengan meningkatkan rasa kemanusiaan yang merupakan penerapan nilai-nilai Pancasila.

“Salah satu cara mengatasi kemiskinan sekarang adalah meningkatkan jiwa kemanusiaan terhadap sesama dengan menjaga nilai kearifan lokal yang sudah ada,” tegasnya.

Terkait dengan kemisikinan struktural, Sobary menambahkan salah satu cara terbaik untuk mengatasi ini adalah menghapuskan sekat-sekat yang ada di masyarakat.

“Untuk menghapuskan kemiskinan struktrual salah satu caranya adalah menghilangkan sekat-sekat pembatas dari agama, ras, suku, dan lain sebagainya dan kita menyadari kita adalah sama,” ujarnya.

IMG 20200630 WA0077
Diskusi Para Syndicate.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Pengajar Deputi Politik Fisip Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi menjelaskan, bahwa kearifan lokal khususnya dalam bentuk gotong royong adalah cara mengatasi kemiskinan.

“Kearifan lokal yang sudah ada sejak dahulu seperti gotong royong dan saling membantu dalam segala masalah seharusnya dapat mengisi kekosongan saat ini,” jelasnya.

Selain itu, Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia berbasis nusantara dimana desa sebagai akar harus kembali menjadi fokus dan perhatian.

“Indonesia berbasis nusantara yang mana desa sebagai akar harus diperhatikan. Jika tidak maka masyarakat akan melakukan urbanisasi dan yang akan terjadi masyarakat tidak akan perduli dengan desanya sendiri,” jelas Airlangga.

Kesinambungan dengan konsep gotong royong dan menghidupkan kembali koperasi dirasa oleh Airlangga bisa menjadi solusi untuk mengatasi kemiskinan. [RED]

Pos terkait