Jika Khilafah Tegak, Cuma HTI Yang Berhak Jadi Khalifah

  • Whatsapp
Ahmad Khozinuddin
Ketua LBH Jakarta, Ahmad Khozinudin.

Inisiatifnews.com – Propaganda Hizbut Tahrir Indonesia dengan ideologi transnasional mereka yakni Khilafah Islamiyah masih terus digelorakan sekalipun organisasi mereka telah dibubarkan oleh negara melalui putusan majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Nomor 27/ K/TUN/2019.

Salah satu propaganda mereka adalah siapa sebenarnya yang akan menjadi khalifah atau pemimpin ketika Khilafah Islamiyah yang digaungkan Hizbut Tahrir sampai benar-benar tegak.

Bacaan Lainnya

Menurut rilis yang disampaikan oleh aktivis sekaligus eks anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ahmad Khozinudin, bahwa Khilafah Islamiyah adalah agenda politik yang disuarakan oleh kelompok Hizbut Tahrir (HT), sebuah organisasi lintas negara yang berasal dari Palestina. Sementara untuk menjawab siapa yang berhak mendapatkan jabatan tertinggi di negara dengan sistem Khilafah, Khozinudin menjawab ia adalah kelompok HT, dan menjadi satu-satunya pihak yang paling pantas mendapatkan jabatan itu.

“Yang mengawali perjuangan mengembalikan kehidupan Islam melalui penegakan Institusi khilafah adalah Hizbut Tahrir. Hizbut Tahrir pula, yang membawa perjuangan ini dari Palestina ke seluruh dunia dan menjadi arus utama perjuangan kaum muslimin,” kata Khozinudin.

“Di negeri ini, khilafah juga tak lepas dari peran HTI yang juga bagian dari Hizbut Tahrir. Jika ditanya siapa yang paling paham Khilafah, tentu jawabannya Hizbut Tahrir yang memang sejak awal konsisten memperjuangkannya,” imbuhnya.

Sementara dalam jabatan tertinggi negara Khilafah, Khozinudin yang juga Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pelita Umat itu menyampaikan bahwa HT sudah memiliki nama yang tepat, dialah Syaikh Ato’ Abu Rusytoh.

“Hizbut Tahrir mengajukan Amir Hizbut Tahrir, yakni Syaikh Ato’ Abu Rusytoh, amir ketiga Hizbut Tahrir setelah Syaikh Taqiyuddin an Nabhani dan Syaikh Abdul Qadim Zallum sebagai calon Khalifahnya,” ujar Khozinudin.

Ia pun merasa suara kelompok umat Islam di luar basis politiknya tidak memiliki legitimasi untuk memegang tongkat komando kepemimpinan, walaupun menurut Khozinudin, mereka juga memiliki hak suara untuk dipilih menjadi khalifah.

“Meskipun semua kaum muslimin memiliki hak yang sama untuk mencalonkan diri sebagai khalifah asal memenuhi syarat, namun kaum muslimin wajib memiliki khalifah yang paham rincian hukum Syara’ dan bagaimana menerapkannya dalam bingkai Daulah Khilafah,” tandasnya.

Sementara orang yang dinilai paling paham hukum Syara’ di dunia ini hanya Syaikh Ato’ Abu Rusytoh.

“Jadi, kami aktivis Hizbut Tahrir tanpa ragu menawarkan Amir kami, Syaikh Ato’ Abu Rusytoh, sebagai calon khalifah, yang siap untuk menerima baiat untuk didengar dan ditaati, untuk menerapkan Al Qur’an dan as Sunnah,” pungkasnya.

Pos terkait