Tolak Omnibus Law, GEBRAK Bakal Aksi di DPR 16 Juli 2020

  • Whatsapp
Nining Elitos
Ketua Umum KASBI, Nining Elitos. [foto : Inisiatifnews]

Inisiatifnews.com Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Nining Elitos menyampaikan bahwa pihaknya akan menggelar aksi unjuk rasa pada hari Kamis (16/7) pekan depan di DPR RI.

Aksi yang akan digelar bersama beberapa elemen buruh yang tergabung di dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) itu akan dipusatkan di depan gedung DPR RI dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan.

Bacaan Lainnya

“KASBI yang tergabung di dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat, kita sebenarnya akan melakukan aksi di pertengahan Juli ini tetapi kita tetap akan memperhatikan tentang protokol kesehatan,” kata Nining saat dihubungi Inisiatifnews.com melalui sambungan telepon, Kamis (9/7/2020).

Ia mengatakan bahwa aksi tersebut juga masih dalam konteks menyampaikan aspirasi untuk menolak RUU Cipta Kerja yang merupakan bagian dari program omnibus law.

Menurut Nining, berdasarkan kajian berbagai pihak, Omnibus Law Cipta Kerja merupakan bentuk penjajahan gaya baru kepada bangsa Indonesia.

“Banyak para pakar, para ahli, para dosen melihat bahwa omnibus law ini adalah bentuk penjajahan terhadap bangsa dan rakyat Indonesia. Jangan sampai kita biarkan hal itu terjadi,” ujarnya.

Sejauh ini, ia juga menyampaikan bahwa pihaknya sama sekali tidak pernah diajak untuk berunding dan membahas materi dari RUU Cipta Kerja itu. Apalagi dalam pengakuannya pula, banyak sekali Undang-undang yang sebelumnya telah ditentang oleh KASBI namun tetap diloloskan di parlemen dan berujung masalah saat ini. Salah satunya ia menyinggung tentang Undang-undang BPJS Kesehatan. Di mana menurut Nining, sejak awal pembahasan RUU BPJS Kesehatan, ia menilai bahwa UU tersebut bukan untuk menyediakan jaminan kesehatan bagi rakyat, melainkan sebuah asuransi kesehatan yang dikelola oleh pemerintah semata.

“Sejak awal KASBI dan teman-teman menolak RUU Cipta Kerja dan kita akan konsisten dengan hal itu. Karena kita belajar dari berbagai pengalaman dimana UU yang kita udah kritik dan kita tidak sepakat, dan sekarang menjadi masalah dan beban bagi rakyat Indonesia,” tuturnya.

Sebelum melakukan aksi unjuk rasa tanggal 16 Juli itu, Nining juga menyampaikan bahwa sejak tanggal 10 hingga 12 Juli, diprediksi akan ada aksi pemanasan di berbagai daerah di Indonesia termasuk di Jakarta.

“Sebelum 16 Juli kita akan melakukan aksi di berbagai macam kota dan daerah istilahnya Pra Kondisi, dan itu tidak ditentukan apakah tanggal 10, 11, 12 atau 13, tapi itu tergantung kesiapan di masing-masing daerah,” terangnya.

Bagi Nining, aksi tersebut penting dilakukan dalam rangka untuk mengingatkan para anggota dewan agar berpihak kepada rakyat.

“Kita akan melakukan aksi terhadap protes ke wakil rakyat. Kalau para wakil rakyat sudah tidak mau mendengar suara rakyat, maka mau tidak mau parlemen jalanan harus dilakukan,” pungkasnya. [NOE]

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait