Lakukan Pemanasan, BEM SI Siap Gelar Aksi 16 Juli di DPR

  • Whatsapp
BEM SI
Aksi massa aksi dari BEM SI di depan gerbang masuk gedung DPR RI di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, pada hari Senin 13 Juli 2020. [foto : exclusive]

Inisiatifnews.com Sekitar 20 mahasiswa yang mengatasnamakan diri Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI Senayan Jakarta.

Dalam aksinya, mereka hanya ingin menyampaikan pesan kepada para anggota dewan bahwa pihaknya dan lebih banyak massa aksi lainnya siap menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada tanggal 16 Juli besok.

Bacaan Lainnya

“Kami dari BEM SI, kami melakukan aksi kreatif untuk memanaskan menuju tanggal 16 Juli yang menjadi final pengesahan Omnibus Law,” kata koordinator pusat BEM SI, Remy Hastian dalam orasinya, Senin (14/7/2020).

Ia juga mengaja kepada lebih banyak massa untuk bisa ikut bergabung di dalam aksi yang akan mereka gelar nantinya.

“Kami menyerukan untuk mahasiswa dan juga masyarakat untuk hadir pada 16 Juli menyampaikan aspirasi pandangan dan penolakan kita terhadap Omnibus Law,” serunya.

Sebelumnya, Remy menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan tekanan kepada DPR RI agar menghentikan pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja.

“Ini adalah sebagai bentuk kekecewaan Mahasiswa kepada Dewan Perwakilan Rakyat atas upaya pengesahan Omnibus law di tengah penolakan dari berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat,” kata Remy dalam keterangannya, Kamis (9/7).

Menurutnya, Omnibus Law RUU Cipta Kerja adalah salah satu rancangan perundang-undangan yang tidak memenuhi syarat yakni pelibatan partisipasi publik. Padahal menurutnya, keterbukaan dan partisipasi publik sangat penting dalam menyusunan peraturan perundang-undangan.

“Omnibus Law, pemerintah dan legislatif justru mengeyampingkan aspirasi publik yang seharusnya dalam kontruksi negara hukum keterbukaan menjadi hal penting,” ujarnya.

Belum lagi masalah yang diangkat oleh para pekerja dan buruh, seperti adanya upaya penghapusan hak meliputi jaminan pekerjaan, jaminan pendapatan, dan jaminan sosial yang bertentangan dengan UU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

“BEM SI melihat bagaimana para wakil rakyat tidak benar-benar mewakili kepentingan rakyat, salah satunya sangat jelas ada dalam konteks omnibus law,” terangnya.

Oleh karena hal itu, Remy yang juga Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu pun menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa dengan berjanji akan tetap mengindahkan protokol kesehatan, agar tidak menjadi potensi penyebaran COVID-19.

“Aksi tersebut tetap akan memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Setiap orang harus membawa, masker, hand sanitizer, memastikan suhu tubuh dan kesehatan tubuh stabil, dan wajib menjaga jarak sebelum, saat, dan setelah berjalannya kegiatan,” tutupnya.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait