Dianggap Tak Bisa Bantu Kinerja Pemerintah, GJM Desak Presiden Rombak Bahlil Lahadalia Cs

  • Whatsapp
Geraka Jokowi Muda
Aksi unjuk rasa mahasiswa dan pemuda yang tergabung di dalam Gerakan Jokowi Muda (GJM) di taman aspirasi depan Istana Negara Jakarta pada hari Senin 13 Juli 2020.

Inisiatifnews.com Sejumlah mahasiswa yang tergabung di dalam Gerakan Jokowi Muda (GJM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara Jakarta.

Dalam aksinya, mereka menyampaikan aspirasi terkait dengan evaluasi kinerja beberapa menteri di Kabinet Indonesia Maju.

Bacaan Lainnya

Menurut koordinator aksi GJM, Fadli Rumakefing, saat ini Presiden Joko Widodo sudah harus melakukan evaluasi secara ketat terhadap para pembantunya yang dinilai memiliki kinerja minim.

Apalagi di tengah situasi pandemi COVID-19 yang menghantam seluruh sektor kehidupan masyarakat, diperlukan jajaran menteri yang bisa mengeksekusi secara cepat dan baik program pemerintah.

“Kami mendukung Presiden Joko Widodo untuk merombak komposisi menteri Kabinet Indonesia Maju yang dianggap tidak mampu bekerja membantu presiden untuk membangun Indonesia 5 tahun ke depan,” kata Fadli dalam orasinya di bilangan taman aspirasi, Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2020).

Ada beberapa nama Menteri yang dinilai GJM perlu dipertimbangkan untuk dievaluasi. Mereke antara lain ; Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartanto, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Teten Masduki, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

“Menteri-menteri tersebut gagal dalam membantu Presiden membangun Indonesia 5 ke depan. Sehingga sudah tepat untuk dicopot,” ujarnya.

Bagi Fadli, kinerja beberapa menteri yang disebutkannya itu juga tidak menunjukkan dampak yang signifikan dalam menangani persoalan saat ini, bahkan cenderung sering kali membuat ganjalan tersendiri bagi kinerja pemerintahan di bawah Pesiden dan Wakil Presiden Jokowi-Maruf.

“Menteri-menteri ini tidak hanya menjadi beban Presiden dalam membangun negara tapi juga menjadi beban bangsa dan negara,” tuturnya.

Kegaduhan yang dimaksud Fadli beberapa diantaranya adalah soal kebijakan ijin ekspor benih (benur) lobster oleh Menteri KKP Edhy Prabowo yang dinilai banyak sekali keganjalan dan dugaan KKN.

Kemudian Menteri KUKM Teten Masduki yang dinilai gagal dalam mengelola dan membangkitkan usaha rakyat di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), apalagi di tengah situasi sulit seperti saat ini, di mana sektor usaha rakyat sangat terdampak. Begitu juga dengan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Selanjutnya kegaduhan yang dinilai Fadli juga tidak perlu malah muncul di Kementerian Pertanian. Salah satunya adalah soal adanya kalung anti korona yang pada akhirnya diralat sendiri oleh pihak Kementan bahwa itu bukan kalung anti Korona, melainkan hanya ramuan eucalyptus.

“Penting kiranya Presiden dapat menerima rekomendasi kami ini untuk dijadikan pertimbangan dalam wacana perombakan jilid 1 kabinet Indonesia Maju,” tutupnya. [RED]

Pos terkait