Zuhairi Misrawi Bersyukur, Polemik RUU HIP Banyak Orang Bicarakan Pancasila

  • Whatsapp
Zuhairi Misrawi.

Inisiatifnews.com Ketua Baitul Muslimin Indonesia, Zuhairi Misrawi merasa bersyukur, di balik polemok RUU HIP ternyata ada yang bisa diambil petik hikmahnya. Di mana banyak kalangan merasa berkomitmen membela pancasila.

“Bahwa perdebatan soal RUU HIP ini punya dua sisi, positif dan negatif. Positifnya, bahwa semua pihak punya komitmen pada pancasila,” kata Zuhairi dalam diskusi online dengan Mengakhiri Polemik RUU HIP yang dihelat oleh Kaukus Muda Indonesia (KMI), Selasa (14/7/2020).

Bacaan Lainnya

Salah satu yang disinggung adalah Novel Chaidir Hasan Bamukmin. Juru bicara Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) dianggap Zuhairi sangat keras membela Pancasila, sementara sebelumnya dinilainya sangat minim berbicara Pancasila dan sering membahas soal sebagai ideologi Khilafah yang dikampanyekan Hizbut Tahrir.

“Misalnya Novel, saya jarang dia bicara pancasila tapi di RUU HIP ini beliau bicara pancasila dengan sangat lantang. Bahkan HTI yang ideologinya Khilafah saja sampai bicara Pancasila,” ucapnya.

Namun di balik kegaduhan RUU HIP di kalangan masyarakat, politisi PDI Perjuangan ini menyatakan bahwa rancangan regulasi tersebut sudah dibatalkan dan akan menjadi masa lalu semata.

“Bagaimana masa depan HIP. HIP ini masa lalu karena saudara Novel, NU dan Muhammadiyah tidak setuju, dan UU itu kan akan kita jalani bersama-sama. Karena semua pihak tidak setuju maka ini jadi masa lalu dan kita harus melihat masa depan,” ujarnya.

Namun ia pun berpesan kepada semua pihak termasuk Novel Bamukmin, agar tidak sembarangan dalam melancarkan tuduhannya terhadap partainya itu. Di mana ia menilai kelompok 212 menuduh PDIP sebagai partai komunis.

“Kita PDI Perjuangan, satu-satunya parpol di Indonesia yang menggelar sholat Jumat di kantor pusat, itu kami. Bahkan pegawai PPP kalau sholat Jumat saja di kantor pusat kami, dan (sholat Jumat) itu yang gelar adalah Baitul Muslimin Indonesia. Masak partai yang seperti ini dituduh komunis,” tandasnya.

Selanjutnya, Zuhairi pun menyampaikan bahwa RUU HIP adalah masa lalu, dan Presiden Joko Widodo sudah membatalkan rencana pembahasan RUU tersebut bersama DPR RI. Apalagi kata Zuhairi, saat ini pemerintah tengah difokuskan untuk mengatasi pandemi COVID-19.

“Pak Jokowi sudah mendengarkan dan RUU HIP adalah masa lalu. Dan mari kita fokus pada Pandemi COVID,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Novel Bamukmin menyangkal tuduhan Zuhairi dimana dirinya disebut memfitnah PDIP sebagai partai politik komunis. Menurutnya, PDIP lebih dinilai terindikasi memudahkan bangkitnya paham komunis, salah satunya dengan mengusung RUU HIP.

“Saya tidak pernah fitnah, saya tidak pernah sebut PDIP komunis, tapi saya sebut PDIP terindikasi memberikan celah tumbuh kembangnya paham komunis,” sangkal Novel.

Selanjutnya, Novel menyatakan bahwa Pancasila adalah konsensus yang sudah final dan tidak bisa diganggu gugat. Apalagi menurutnya, Pancasila adalah warisan para pendiri bangsa termasuk di dalamnya adalah para ulama.

Dan termasuk, ia pun tidak setuju bahwa Pancasila dijadikan pilar bangsa dan negara. Karena menurutnya, Pancasila adalah fondasi, bukan pilar.

“Pancasila ini warisan para ulama dan pejuang kebangsaan kita. Kita tidak setuju Pancasila dijadikan Pilar,” tegasnya.

Terakhir, Novel masih akan terus berkomitmen untuk memastikan RUU HIP dibatalkan secara total dan dicabut dari Prolegnas. Dan ia pun meminta agar ada komitmen bersama secara tertulis dari DPR RI bahwa mereka akan membatalkan RUU tersebut. Dan target ini adalah tujuan utama dari aksi-aksi yang digelarnya bersama Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK NKRI).

“Kalau DPR resmi ketuk palu RUU HIP dibatalkan, maka itu bukti garansi buat kita,” tutupnya. []

Pos terkait